Share

Sepelekan Covid-19, Pria Ini "Minta Ampun" Setelah Tertular

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 612 2411527 sepelekan-covid-19-pria-ini-minta-ampun-setelah-tertular-5GTVrjBADh.jpeg Ilustrasi covid-19. (Foto: Okezone)

SELAMA 6 bulan pertama pandemi covid-19, pria bernama Michael Allen meragukan adanya wabah virus corona. Dia pun menyangkal penyakit yang banyak merenggut nyawa manusia di seluruh dunia itu semematikan yang dikabarkan di mana-mana.

Sampai akhirnya dia tertular covid-19 hingga tidak bisa berbicara karena sistem pernapasannya sangat buruk. Di momen itu, Allen "minta ampun" dan membuat video peringatan kepada siapa pun di luar sana yang tidak percaya adanya covid-19 untuk sadar dan mulai memikirkan dampak bahaya dari penyakit tersebut.

Baca juga: Cegah Hoaks, Dapatkan Info Covid-19 di 7 Akun Resmi Media Sosial Ini 

Di awal pemeriksaan, dokter yang menangani Allen mengatakan bahwa pria berusia 47 tahun tersebut tidak segera datang ke rumah sakit, mungkin dia tak akan selamat.

Kisah Allen terinfeksi dimulai pada Juni 2020 ketika mulai merasa sakit. Kejadian itu terjadi tepatnya pada 3 Juni, Allen merasa mual dan pingsan. Beberapa hari kemudian gejala sakitnya makin buruk, bahkan dia susah untuk pergi ke toilet.

Pria Inggris bernama Michael Allen sempat menyepelekan covid-19 hingga akhirnya terinfeksi. (Foto: xxxxxxxxx WS/Mirror)

"Di titik ini, saya mengalami batuk yang sangat parah. Di sisi lain, saya seperti tidak bisa bernapas dengan normal. Saya hanya bisa mengucap kata per kata selagi napas terus terasa berat untuk ditarik," papar Allen.

Di kondisi itu, Allen merasa seperti tulang rusuknya patah, perutnya disobek-sobek, punggungnya terasa berat, lutut dan pergelangan kakinya terasa sangat sakit.

"Saya berusaha keras sekali untuk bisa ke toilet tanpa memegang benda di sekitar saya," ceritanya.

Baca juga: Surat Bebas Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan Pasca-Larangan Mudik 

Dikarenakan kondisinya terus memburuk, rekan Allen akhirnya menelepon paramedis. Di keadaan seperti ini, Allen masih belum tahu kalau dirinya terpapar covid-19 dan mengatakan kepada petugas medis yang datang untuk menjemputnya ke rumah sakit, "Saya hanya akan buang-buang waktu Anda saja. Berikan saya obat infeksi dada."

Paramedis yang menangani Allen tidak menggubris perkataannya. Mereka justru berbalik mengatakan, "Jika Anda tidak ikut dengan kami, maka Anda tak akan ada di dunia ini lagi besok."

"Pada saat itu, saya masih mengenakan baju tidur dan tak membawa apa-apa saat diangkat ke ambulans," cerita Allen.

Saat pemeriksaa medis di ambulans dilakukan, saturasi Allen sudah di angka 30 persen. Ini merupakan angka yang sangat berbahaya.

Hari pertama dirawat di RS Arrowe Park, Inggris, Allen belum juga dapat bernapas dengan baik, bahkan semakin serius. Alhasil, tim medis memberinya terapi gelembung oksigen dan setelah tindakan itu diberikan pernapasan Allen perlahan membaik dan kadar oksigen di dalam tubuhnya terus meningkat.

Baca juga: BPOM Cabut Rekomendasi LQC Donasi sebagai Produk Penanganan Covid-19 

"Saya tak percaya, staf rumah sakit sangat luar biasa. Saya melihat perawat yang harusnya bergantian pada pukul 8 malam, masih berjaga sampai pukul 10 malam," ungkap Allen.

"Selama beberapa bulan saya telah mengatakan kepada banyak orang bahwa covid-19 tak harus ditakuti karena penyakit itu tak ada dan tidak seburuk yang dibayangkan. Saya pikir banyak orang yang salah paham tentang covid-19," kata Allen kepada ECHO, seperti dikutip dari laman Mirror, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Pemuda Meninggal Usai Dapat Vaksin AstraZeneca, Ini Gejala yang Dialami Sebelumnya 

Dalam video yang dibuat, Allen mengatakan bahwa tujuannya membuat rekaman itu agar orang-orang sadar bahwa apa yang mereka tidak bisa lihat tak berarti itu tak nyata.

"Orang-orang mengirim pesan ke saya karena mereka tak percaya apa yang mereka lihat. Ya, saya terbaring lemah di RS karena covid-19 yang mana sebelumnya saya tidak percayai," kata Allen.

Setelah video Allen viral di Facebook, pihak rumah sakit yang merawatnya malah berterima kasih. Ya, lewat video tersebut makin membukakan mata masyarakat bahwa tidak boleh menganggap sepele covid-19. Ini penyakit serius dan nyata.

Baca juga: Viral Prajurit TNI Sembuh Covid-19 Setelah Minum Racikan Air Kelapa, Ini Komposisinya 

Sementara Dokter Richard Wenstone, konsultan intensif di RS Royal Liverpool, Inggris, mengatakan bahwa sampai detik ini masih ada orang yang tak percaya adanya covid-19, demikian juga dengan kelompok antivaksin.

"Covid-19 sangat nyata. Sudah banyak keluarga yang hancur dan penyintas yang menerima konsekuensi efek jangka panjang yang buruk," terang dr Wenstone.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini