Meghan Markle Tuai Kritik setelah Gandeng Krim Pencerah Kulit

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 612 2411871 meghan-markle-tuai-kritik-setelah-gandeng-krim-pencerah-kulit-WELORCpHdG.jpg Meghan Markle. (Foto: Reuters)

PASANGAN Duke dan Duchess of Sussex, Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali menjadi sorotan publik. Meghan dan Harry pun menuai banyak kritikan.

Dilapor Page Six, Meghan dan Harry saat ini tengah dikritik publik, sehubungan dengan kerjasama baru mereka dengan Procter & Gamble, perusahaan yang menjual krim pencerah warna kulit, Olay.

Dari laporan Mirror, kerjasama antara Meghan Markle dan Pangeran Harry bersama Procter & Gamble, yang menjual krim pencerah warna kulit kontroversial tersebut diumumkan pada pekan lalu.

meghan Markle dan Pangeran Harry

Kolaborasi Meghan dan Harry bersama Procter & Gamble tersebut, dinilai tak sejalan dengan kampanye kesetaraan dan anti rasisme yang selama ini keduanya vokal gaungkan.

“Meghan selama ini banyak berbicara soal masalah tentang ras dan rasisme, jadi hal ini tentu saja jadi sesuatu yang begitu menonjol,” komentar Alex Malouf, mantan eksekutif Procter & Gamble.

Procter & Gamble sendiri diketahui selama ini telah menjual krim pelembap ‘White Radiance’ di beberapa negara di dunia, mulai dari India, Malaysia, hingga Singapura. Krim pencerah kulit dikampanyekan pada masyarakat luas, dengan kemampuannya untuk mengurangi konsentrasi atau produksi melanin, yang memberi pigment pada kulit.

Senada dengan Alex, Joanne Rondilla, professor di San Jose State University menambahkan, langkah yang diambil Meghan dan Harry ini membuat keduanya jadi memiliki "tanggung jawab" untuk mengatasi masalah produk dengan perusahaan partner kerjasama mereka tersebut.

“Seperti orang lain di seluruh dunia, saya melihat wawancara mereka bersama Oprah. Penting bagi Meghan untuk mengangkat isu masalah tentang colorism (diskriminasi akibat warna kuli) ini. Saya rasa kerjasama ini justru tidak menyokong pembicaraan isu tersebut,” kata profesor Joanne.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini