Jangan Kebanyakan Makan Junk Food, Ini 5 Bahayanya untuk Otak

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 298 2412035 jangan-kebanyakan-makan-junk-food-ini-5-bahayanya-untuk-otak-FoT9cFjHTc.jpg Ilustrasi junk food. (Foto: Freepik)

4. Dapat menyebabkan perubahan kimiawi yang menimbulkan depresi.

Banyak studi menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak akan mengubah aktivitas kimiawi otak sehingga lebih bergantung pada makanan tersebut. Kemudian dengan mengonsumsi terlalu banyak makanan cepat saji, mungkin kehilangan nutrisi penting seperti asam amino triptofan, yang kekurangannya dapat meningkatkan perasaan depresi. Ketidakseimbangan asam lemak adalah penyebab lain mengapa orang yang mengonsumsi banyak junk food berisiko lebih tinggi mengalami depresi.

Baca juga: Gordon Ramsay Jual Burger Harganya Rp1,5 Juta, Mau Beli? 

5. Membuat tidak sabar.

Junk food bisa membuat diri menjadi tidak sabar, selalu terburu-buru, dan dapat menyebabkan keinginan yang tidak terkendali. Makan cupcake atau donat yang manis untuk sementara waktu dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga membuat merasa bahagia dan puas. Tetapi begitu mereka kembali normal, maka tubuh akan merasa makin mudah tersinggung.

Jika kadar gula turun ke tingkat yang sangat rendah, bisa menyebabkan kecemasan, kebingungan, dan kelelahan. Dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi, bakal cenderung makan terlalu cepat dan terlalu banyak untuk memuaskan keinginan.

Ini dapat menanamkan perilaku tidak sabar saat menghadapi hal-hal lain. Makanan cepat saji dan makanan olahan mungkin sarat dengan perasa dan pengawet buatan seperti natrium benzoat yang cenderung meningkatkan hiperaktif.

Ilustrasi junk food. (Foto: Shutterstock)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini