Wabah Covid-19 di Nepal Pertanda Suram Krisis Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 481 2412185 wabah-covid-19-di-nepal-pertanda-suram-krisis-covid-19-DESlcyleLt.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Chilliwack)

Belasan orang yang diduga terinfeksi Covid-19 telah dievakuasi menggunakan helikopter. Wabah tersebut kini sudah merebak di seluruh penjuru Nepal yang secara geografis berbatasan dengan India.

Kasus yang dikonfirmasi setiap hari di negara tersebut meningkat sebanyak 30 kali lipat dari 11 April hingga 11 Mei, ketika 9.300 infeksi tercatat.

 Pandemi Covid-19

Tentunya wabah yang terjadi di Nepal ini bisa menjadi pertanda suram bahwa krisis Covid-19 yang melanda India dapat berubah menjadi keadaan darurat global yang lebih besar. Saat ini negara-negara di seluruh dunia telah mengirimkan oksigen, vaksin, dan pasokan medis ke India, namun mereka juga menutup akses perbatasan menuju negara kedua terpadat di dunia tersebut.

Saat ini varian virus B1617 yang pertama kali terdeteksi di India telah ditemukan di 44 negara di setiap benua kecuali antartika. Para ilmuwan mengatakan varian baru tersebut bisa menular lebih cepat dan mampu menghindari sistem kekebalan tubuh manusia. Pada 10 Mei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan B1617 sebagai ‘Global Concern’.

Wakil Direktur Pusat Pendidikan Kesehatan Klinis Global Universitas John Hopkins, Amita Gupta menyatakan hanya sekira 0,1 persen sampel positif di India diurutkan secara genetik. Ia yakin mungkin bisa ada sampel lain yang muncul.

Sebagaimana dilansir Time, Rabu (19/5/2021), skala dari wabah Covid-19 di India tidak mungkin dihitung secara akurat. Secara resmi, kasus harian yang dikonfirmasi di bawah 400 ribu. Meski demikian, jumlah tersebut tetap lebih tinggi daripada negara lain yang pernah dilihat selama pandemi.

Para ahli memperingatkan bahwa jumlah Covid-19 di India sebenarnya jauh lebih besar. Kasus mungkin masih meningkat dengan cepat saat virus merambah pedesaan India, tempat dua pertiga populasi masyarakat tinggal dan pada lokasi di mana infrastruktur pengetesan Covid-19 lemah.

Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Universitas Washington memperkirakan jumlah sebenarnya dari infeksi harian baru Covid-19 adalah sekitar 8 juta. Jumlah ini setara dengan seluruh populasi Kota New York yang terinfeksi setiap hari.

Laporan resmi mengatakan 254.000 orang telah meninggal di India sejak dimulainya pandemi Covid-19. Tetapi IHME memperkirakan jumlah sebenarnya lebih dari 750.000. Sementara jumlah yang diperkirakan para peneliti akan berlipat ganda pada akhir Agustus.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini