Pandemi Bikin Jerawat Makin Banyak? Mungkin Masker Anda Penyebabnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 23:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 612 2412639 pandemi-bikin-jerawat-makin-banyak-mungkin-masker-anda-penyebabnya-HUT5iZlAjY.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENGGUNAAN masker setiap hari mungkin menimbulkan masalah baru bagi beberapa orang. Memang, masker akan mengurangi kemungkinan Anda terpapar virus, tapi masker bisa jadi membuat wajah Anda berjerawat.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Bamed dr Sonia Hanifati, SpDV, menjelaskan jerawat tersebut terjadi dikarenakan penggunaan masker membuat kulit wajah lebih lembap dan di momen yang sama kulit wajah tersumbat untuk 'bernapas'. Alhasil, risiko jerawat menjadi sangat besar.

"Saat pakai masker, kulit wajah yang tertutupi menjadi sangat lembap atau bisa dibilang tingkat moisture-nya kulit berlebihan. Nah, kondisi semakin buruk ketika wajah tertutupi masker, alhasil kulit tidak bisa bernapas dengan baik. Timbullah jerawat," terangnya.

Hal yang harus menjadi perhatian masyarakat juga ialah saat mencuci masker kain, Anda tidak usah menambahan pengharum ataupun pelembut pakaian. Ini malah akan memberi efek buruk pada wajah Anda.

"Khususnya pada mereka yang punya kulit sensitif, penggunaan pelembut atau pengharum pakaian malah berisiko memperburuk kondisi kulit wajah Anda yang sensitif. Karena itu, kami selalu sarankan untuk cukup cuci masker kain dengan deterjen," ungkap dr Sonia.

Masker

Serupa dengan pernyataan dr Sonia, Ahli Kecantikan di Face Haus di New York City, Dylan Mustapich, menjelaskan juga bahwa masker memang menjadi penyebab masalah mascne yang banyak dikeluhkan orang-orang saat pandemi.

"Ketika seseorang menggunakan masker, berarti dia menghalangi kelembapan kulit wajah untuk keluar, karena begitu, kulit yang tertutup masker jadi lebih lembap dan ini membuat bakteri penyebab jerawat dapat berkembang biak," tuturnya, menurut laman Wired.

Menurutnya, ketika ada orang rutin menggunakan helm, maka jangan heran kalau area dekat telinganya berjerawat. Ini pun terjadi karena kotoran, minyak, dan keringat si pengguna helm terperangkap di dalam pori-pori dan menciptakan lingkungan kondusif bakteri berkembang biak.

Nah, jika dr Sonia menyarankan untuk tidak pakai pewangi maupun pelembut pakaian, Dylan menambahkan tips lainnya yaitu jangan stres. "Bagaimanapun pandemi ini membuat banyak orang stres, tapi perlu diingat stres juga bisa jadi pemicu jerawat. Jangan saran saya, perbanyak santai meski dihadapkan pandemi," tambahnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini