Obat Jamur Hitam Makin Langka, Banyak Masyarakat India Cari di Pasar Gelap

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 612 2412918 obat-jamur-hitam-makin-langka-banyak-masyarakat-india-cari-di-pasar-gelap-ovJnHxXniM.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SELAIN Covid-19, India memang tengah menghadapi masalah kesehatan lainnya, setelah muncul penyakit langka yang disebut mucormycosis, atau 'jamur hitam'. Penyebabnya, tidak lain karena pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan Covid-19.

Mucormycosis sendiri, adalah infeksi sangat langka dikarenakan paparan jamur mucor yang biasanya ditemukan di tanah, tanaman, kotoran hewan dan sayuran serta buah-buahan yang membusuk. Tapi, dokter-dokter mengatakan infeksi 'jamur hitam' itu dapat dipicu oleh penggunaan steroid bagi pasien Covid yang masuk kategori parah.

Jamur ini menginfeksi sinus, otak, dan paru-paru sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa pasien diabetes atau orang dengan tingkat imun rendah, seperti pasien kanker atau pengidap HIV/AIDS.

Kini India pun menghadapi masalah baru karena Amphotericin B, sebagai obat jamur hitam ini persediannya semakin menipis. Obat yang diproduksi oleh banyak perusahaan India ini pun sudah mulai dijual di pasar gelap.

Banyak pasien mencari pertolongan ketika sudah terlambat, ketika sudah kehilangan penglihatan, dan dokter terpaksa melakukan operasi pengangkatan mata guna mencegah infeksi menjalar ke otak.

Seperti dilansir dari BBC, pekan lalu Menteri Kesehatan di Negara Bagian Maharashtra, Rajesh Tope, mengatakan ada 1.500 kasus infeksi di wilayahnya. Negara bagian ini merupakan salah satu yang terdampak paling parah dalam gelombang kedua Covid-19 di India.

Sebanyak 52 orang meninggal karena mucormycosis di negara bagian itu semenjak wabah virus korona dimulai tahun lalu, ujar seorang pejabat senior departemen kesehatan kepada kantor berita PTI, pekan lalu.

Sejumlah pejabat di Negara Bagian Gujarat mengatakan hampir 900 kasus 'jamur hitam' telah dilaporkan dalam sebulan terakhir.

Pemilik sebuah apotek di kota Ghaziabad di Negara Bagian Uttar Pradesh mengatakan kepada BBC bahwa sebelumnya obat tersedia dengan mudah, namun menjadi sulit diperoleh semenjak permintaan melonjak tiga minggu lalu.

Dihadapkan persoalan kekurangan obat di seluruh kota, sejumlah warga kalut meminta pertolongan melalui Twitter.

Dokter-dokter mengatakan amphotericin B atau "ampho-B" adalah obat anti-jamur berupa suntikan antijamur yang harus diberikan setiap hari hingga delapan minggu kepada pasien yang didiagnosis terpapar mucormycosis. Ada dua bentuk obat yang tersedia: amphotericin B deoxycholate standar dan liposomal amphotericin.

"Kami lebih memilih bentuk liposomal karena lebih aman, lebih efektif dan memiliki efek samping yang lebih rendah. Sisi sebaliknya adalah lebih mahal," kata Dr Akshay Nair, ahli bedah mata yang berbasis di Mumbai, kepada BBC.

Kekhawatiran atas mucormycosis. memberikan tekanan finansial ekstra pada sebagian keluarga. Bahkan, sejumlah keluarga membayar lebih banyak jika mereka harus membeli obat di pasar gelap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini