Ketempelan dan Kesurupan Mahluk Halus, Sebenarnya Apa Bedanya Sih?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 612 2413130 ketempelan-dan-kesurupan-mahluk-halus-sebenarnya-apa-bedanya-sih-XWchtIERt8.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BUDAYA mistis memang masih kental dan terjaga dengan baik. Tidak heran jika kejadian-kejadian mistis kerap lebih dipercaya, dibandingkan menggunakan akal sehat.

Inilah yang terjadi pada seorang bocah di Temanggung, Jawa Tengah, yang diruqyah karena dianggap terlalu nakal. Dia dianggap ketempelan makhluk halus hingga akhirnya dipanggilkan dukun. Sayang, bukannya jadi anak penurut dia malah tewas karena malpraktik.

Salah satu isu yang terus dipertanyakan adalah apa bedanya ketempelan setan dengan kesurupan? Bukankah keduanya sama-sama diganggu setan?

Menurut Ahli Medium Interdimensional Furi Harun, ketempelan setan dengan kesurupan adalah dua hal yang berbeda dan keduanya memiliki ciri-ciri tersendiri untuk dapat dikenali.

Secara sederhana, ketempelan adalah kondisi tubuh ditempeli energi lain dan memberi reaksi langsung. Sedangkan kesurupan, energi gaib berhasil menembus tubuh manusia dan memengaruhi tubuh sampai membuat seseorang tak bisa mengendalikan dirinya.

Dari definisi tersebut dapat diketahui ciri-ciri dari ketempelan dan kesurupan. "Kalau ketempelan, cirinya itu kepala pusing, pundak berat, panas hawa tubuhnya, emosional, enggak fokus," kata Furi pada MNC Portal Indonesia, Kamis (20/5/2021).

Sedangkan kesurupan, ciri-ciri yang dapat dikenali adalah mata merah, ada perubahan intonasi suara, dan mata tidak fokus. "Mata merah ini yang harus disadari masyarakat untuk membedakan mana yang kesurupan beneran, mana yang bohongan," tambah Furi.

Pada banyak kasus, orang yang kesurupan biasanya tidak dapat mengendalikan dirinya. Itu kenapa banyak kasus orang kesurupan bisa menyakiti dirinya sendiri bahwa orang di sekitarnya.

"Kalau kerasukan atau kesurupan, dia bisa berbuat jahat dan mencelakai orang lain atau dirinya sendiri. Beda dengan ketempelan, reaksi tersebut tidak terjadi karena orang yang ketempelan masih dapat mengendalikan dirinya dengan sadar," papar Furi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini