Ingat! Terus Pakai Masker meski Sudah Dapat 2 Dosis Vaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 481 2413494 ingat-terus-pakai-masker-meski-sudah-dapat-2-dosis-vaksin-covid-19-ezFLwvRS3a.jpg Penggunaan masker cegah covid-19. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

PUSAT Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat belum lama ini melontarkan pernyataan bahwa warga AS yang sudah mendapat dua dosis vaksin covid-19 boleh melepas masker. Pernyataan tersebut pun langsung mendapat sorotan publik dunia.

Masyarakat Indonesia yang mengetahui kabar itu kemudian mempertanyakan apakah dirinya yang sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin covid-19 boleh mengikuti rekomendasi CDC melepas masker. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa masyarakat Tanah Air tidak boleh mengikuti arahan CDC tersebut.

Baca juga: Tips Cegah Klaster Baru Covid-19 Usai Libur Lebaran 

Alasannya jelas bahwa cakupan vaksinasi covid-19 di Indonesia belum semasif di AS. Sehingga, keamanan untuk melepas masker meski sudah mendapat dua dosis vaksin covid-19 sangat berbahaya.

"Amerika Serikat vaksinasi covid-19 sudah mencapai 40 persen dari populasi. Lagipula rekomendasi boleh lepas masker itu untuk orang yang berada di daerah terbuka dan dipastikan orang-orang di dalamnya sudah divaksinasi lengkap semua," kata Siti Nadia kepada MNC Portal, beberapa waktu lalu.

Masker. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Untuk kondisi Indonesia, rekomendasi CDC tersebut belum dapat diterapkan, mengingat jumlah orang yang sudah mendapat vaksinasi covid-19 secara lengkap baru 8,9 persen atau masih kurang dari 10 persen dari populasi.

"Artinya, itu cukup berisiko bagi orang yang belum divaksinasi terapar virus karena virus yang dibawa berisiko besar menular ke orang lain. Jadi, risiko penularannya masih tinggi di Indonesia jika mau melepas masker," kata Siti Nadia.

Baca juga: Ada 26 Kasus Varian Baru Covid-19, Bagaimana Efektivitas Vaksin AstraZeneca? 

Dengan kata lain, ia menegaskan kepada masyarakat Indonesia agar tidak mengiyakan rekomendasi CDC karena kondisi di Amerika Serikat dengan Indonesia berbeda dan cakupan vaksinasi Indonesia masih jauh dari kondisi aman untuk melepas masker.

Pernyataan serupa diutarakan dokter spesialis paru Erlina Burhan SpP(K). Ia mengatakan, melepas masker meski sudah mendapat dosis lengkap vaksin covid-19 adalah keputusan yang sangat salah.

Dia mengibaratkan kekebalan tubuh yang terbentuk karena vaksin covid-19 yang disuntikkan ke tubuh sebagai tentara. Jadi ketika dosis lengkap sudah didapat, artinya pasukan tentara di dalam tubuh sudah banyak dan memberi proteksi yang maksimal.

Menjadi masalah ketika mereka yang sudah divaksinasi dosis lengkap tapi abai dengan protokol kesempatan. Kondisi tentara akan keletihan dan habis sangat mungkin terjadi, terlebih lawannya yaitu virus masih ada.

Baca juga: Pemakaian Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Dokter Reisa: Jangan Pilih-Pilih Vaksin, Semua Dijamin Aman 

"Dosis lengkap artinya tentaranya kuat memang, kalau musuh datangnya sedikit, bisa dilawan dengan mudah. Jadi persoalan ketika musuh yang datang banyak, lama-lama tentaranya kewalahan. Terlebih virusnya terus-menerus menyerang artinya tubuh terus terpapar dan dengan frekuensi yang sering, orang yang sudah divaksin dosis lengkap tetap akan sakit, atau terpapar tapi tanpa gejala," tutur dr Erlina dalam acara virtual, Jumat (21/5/2021).

Dengan begitu, sambung dia, sangat penting bagi masyarakat yang sudah mendapat dua dosis vaksin covid-19 tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

"Jangan euforia setelah divaksin, karena vaksin enggak 100 persen memberi kekebalan. Terus disiplin menjalankan 5M yaitu Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak, Menggunakan masker, Mengurangi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan," terangnya.

Baca juga: Aksi Kocak Emak-Emak Ubah Jilbab Jadi Masker, Netizen: Jam Terbang Tinggi 

Dokter Erlina mengingatkan kepada masyarakat agar jangan patuh prokes hanya karena takut didenda, takut dijauhi teman-teman, atau takut kehilangan citra di depan masyarakat.

"Pakai masker dan menerapkan 5M lainnya itu harus atas dasar ingin melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang lain dari paparan covid-19; bukan semata-mata takut dicemooh teman atau alasan lainnya," tambahnya.

Sementara dr Reisa Broto Asmoro menambahkan bahwa makin banyak usaha atau ikhtiar dalam mencegah paparan covid-19, maka risiko bakal makin kecil.

"Makin banyak ikhtiar kita agar terhindar dari paparan covid-19 yaitu dengan pakai masker, jaga jarak aman, mencuci tangan, atau ditambah vaksinasi, lalu menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, maka makin kecil risiko terpapar covid-19," ujarnya.

Baca juga: IDI: Tetap Pakai Masker, Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Selesai 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini