Pemakaian Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Dokter Reisa: Jangan Pilih-Pilih Vaksin, Semua Dijamin Aman

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 612 2413394 pemakaian-vaksin-astrazeneca-dihentikan-dokter-reisa-jangan-pilih-pilih-vaksin-semua-dijamin-aman-zdPzVy0tih.png Dokter Reisa. (Foto: Webinar)

PROGRAM vaksinasi Covid-19 terus didorong oleh pemerintah demi menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Tapi, belakangan masyarakat resah lantaran ada dua orang yang meninggal setelah mendapatkan vaksin AstraZeneca.

Meskipun belum jelas penyebab pasti meninggalnya orang tersebut, tapi BPOM pun memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca. Akibatnya, masyarakat pun mempertanyakan vaksin yang akan mereka terima.

Seperti diketahui, vaksin Covid-19 yang dipergunakan di Indonesia sejauh ini adalah Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca. Banyak jenisnya memang, meski demikian masyarakat tak perlu memilih-milih vaksin.

Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, semua vaksin yang masuk ke Indonesia sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EAU), melalui uji klinis yang berlapis, dan memenuhi standar efikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di atas 50%.

"Jadi, untuk masyarakat, jangan pilih-pilih merek vaksin Covid-19," terang dia dalam acara virtual bertajuk 'Apa Syarat Agar Vaksinasi Ampuh Menghentikan Pandemi?', Jumat (21/5/2021).

Dokter Reisa pun menjelaskan, vaksin Covid-19 yang sudah ada di Indonesia sekarang sudah berdasarkan rekomendasi para ahli imunisasi, sehingga tidak perlu diragukan lagi keamanan, mutu, dan khasiatnya. "Vaksin terbaik adalah vaksin yang kita dapatkan sekarang," tegas dia.

Dia pun mengingatkan kepada masyarakat bahwa sekarang ini Indonesia dan dunia sedang dalam keadaan darurat. Jadi, menerima vaksin apapun mereknya adalah upaya terbaik demi menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

"Dengan menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap, tubuh Anda akan 3 kali lebih kuat proteksinya dalam melawan virus penyakit dibanding mereka yang tidak divaksin. Ini akan sangat membantu dalam proses percepatan penyelesaian pandemi," tambahnya.

Secara detail, per 20 Mei 2021, total sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia mencapai 40.349.049, di mana tenaga kesehatan yang sudah mendapat vaksin sebanyak 1.468.764 orang, petugas publik sebanyak 17.327.167 orang, dan lansia sebanyak 21.553.118 orang.

Untuk capaian penerima dosis pertama, totalnya sudah 14.452.878 orang yang menerima dan dosis kedua sudah disuntikkan pada 9.580.546 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini