Paula Verhoeven 2 Kali Positif Covid-19, Ketahui Penyebab Reinfeksi

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 23 Mei 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 23 481 2414225 paula-verhoeven-2-kali-positif-covid-19-ketahui-penyebab-reinfeksi-4g0glLdkWa.jpg Paula Verhoeven. (Foto: Instagram @paula_verhoeven)

PAULA Verhoeven dikabarkan kembali positif covid-19. Ini merupakan kedua kalinya istri aktor Baim Wong itu terinfeksi virus corona. Bedanya, kali ini Paula positif covid-19 dalam keadaan hamil anak kedua.

Kabar Paula Verhoeven kembali terpapar covid-19 disampaikan langsung oleh sang suami Baim Wong melalui kanal YouTube-nya pada Jumat 21 Mei 2021.

Baca juga: Baim Wong Umumkan Istrinya Paula Verhoeven Positif Covid-19 

"Jadi 18 Mei 2021, jam 5, (Paula) di-swab. Gede banget (tulisannya) nih, positif," kata Baim Wong, seperti dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Baim Paula, Minggu (23/5/2021).

Baim pun merasa bingung karena sejauh ini istrinya tidak menimbulkan gejala apa-apa, termasuk yang merujuk pada covid-19.

Ia mengatakan sementara ini Paula melakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara putra mereka Kiano Tiger Wong diasuh oleh Baim dan beberapa asisten rumah tangga.

Paula Verhoeven. (Foto: Instagram @paula_verhoeven)

Lantas mengapa seseorang bisa reinfeksi atau kembali terkena covid-19?

Dikutip dari laman Scotsman, profesor mikrobiologi dan patologi di New York University, Philip Tierno Jr, mengatakan bahwa sekali terinfeksi sebetulnya infeksi tersebut bisa tidak aktif. Namun jika menemukan jalurnya, bisa bergerak ke paru-paru.

Baca juga: Ternyata Paula Verhoeven Fasih Berbahasa Jawa 

Sementara itu, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam riset terhadap pasien covid-19 yang sembuh menunjukkan bahwa perlindungan kekebalan tubuh terhadap virus corona turun, bahkan hilang setelah 2 atau 3 bulan.

Clemens Wendtner, seorang dokter kepala di sebuah rumah sakit, melakukan rangkaian pengujian kekebalan pasien covid-19 yang dirawat pada akhir Januari 2020 dan dinyatakan sembuh.

Tes menunjukkan turunnya jumlah antibodi pada tubuh mereka secara signifikan. Wendtner mengatakan, "Antibodi yang menghentikan serangan virus, menghilang hanya dalam waktu 2 sampai 3 bulan pada 4 dari 9 pasien yang dimonitor."

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini