Thailand Pakai Pasukan Anjing untuk Deteksi Mereka yang Terinfeksi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 612 2414732 thailand-pakai-pasukan-anjing-untuk-deteksi-mereka-yang-terinfeksi-covid-19-GJ0oC3jbT5.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP negara di seluruh dunia memang memiliki cara sendiri-sendiri untuk menekan angka persebaran Covid-19. Biasanya, cara yang dilakukan adalah dengan menerapkan tracing dan lockdown wilayah untuk mempersempit pergerakan virus.

Tapi, pemerintah Thailand memiliki cara berbeda untuk mendeteksi infeksi Covid-19, yakni dengan mengerahkan anjing-anjing. Anjing-anjing ini pun sudah dilatih untuk mengendus sampel keringat manusia.

Tiga dari enam anjing berjenis Labrador terlatih melakukan debut pekerjaan mereka di Universitas Chulalongkorn, Bangkok.

Anjing

Dari hasil uji coba, pimpinan proyek mengatakan telah menunjukkan tingkat keberhasilan sekira 95 persen dengan sekira 2 ribu sampel yang diendus pada bulan ini. Menurutnya pendeteksi menggunakan anjing cukup efektif dan relatif cepat.

“Gigi taring sangat cepat dalam proses skrining. Dengan kecepatan ini, kami dapat mengisolasi mereka yang kami curigai terinfeksi dari mereka yang bebas virus,” terang rekan peneliti, Thitiwat Sirprasart, melansir dari Reuters, Senin (24/5/2021).

Dalam kinerjanya, anjing tidak diharuskan untuk mencium manusia secara langsung. Sampel keringat dikumpulkan dari manusia dan disimpan dalam wadah logam kecil untuk diperiksa oleh anjing satu per satu.

Ketika dugaan infeksi ditemukan, maka anjing akan berhenti dan mengarahkan hidungnya ke sampel keringat manusia.

"Aroma khas inilah yang muncul setelah terjadi infeksi. Jenis virus yang berbeda akan menghasilkan jenis aroma yang berbeda pula," terang rekan penelitian, Pattama Torvorapanit.

Diharapkan anjing-anjing tersebut dapat digunakan di bandara atau dermaga kapal. Sebab anjing-anjing ini lebih efektif daripada pemeriksaan suhu.

Sekadar informasi, saat ini Thailand sedang memerangi wabah yang paling parah, dengan peningkatan kasus sebanyak empat kali lipat menjadi 123.066 dan kematian meningkat tujuh kali lipat sejak awal April menjadi 735 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini