Share

Perjalanan Karir Anne Avantie, Bermodal Dua Mesin Jahit di Rumah Kontrakan

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 25 Mei 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 194 2415020 perjalanan-karir-anne-avantie-bermodal-dua-mesin-jahit-di-rumah-kontrakan-dGIgO0ArZ3.jpg Anne Avantie (Foto: Ist)

Selama ini Anne Avantie dikenal sebagai perancang busana ternama di Tanah Air. Karirnya sudah puluhan tahun. Ia memulai semuanya dari nol.

Dia benar-benar merangkak dari bawah. Bakat menjahit yang dia peroleh dari ibunya, Amie Indriati, dia asah secara autodidak di rumah kontrakan dengan bermodal dua mesin jahit.

 Anne Avantie

"Saya kemudian membuka bengkel jahit sederhana yang diberi nama Griya Busana Permatasari dan menyewakan pakaian tari,"ujarnya saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Anne hanya sempat mengenyam pendidikan sampai sekolah menengah pertama. Dia juga pernah merasa memiliki banyak keterbatasan dan pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan. Tapi dia tidak mau larut dalam keterpurukan.

Setelah menjadi orang di belakang layar yang banyak membuat kostum penari dan berbagai busana malam, ia mencoba mengadu nasib ke Jakarta bersama rancangan busananya.

Setelah melalui perjuangan panjang, dia dikenal sebagai designer kebaya terbaik. Kebaya rancangannya tak hanya memikat penyuka fesyen di Tanah Air, tapi juga masyarakat internasional.

Baginya sebagai seorang perancang busana tidak bisa diukur dari sebuah ijazah dan ijazah seharusnya tidak menghalangi kemampuan seseorang.

Oleh karena itu, dia menerima tukang jahit, tukang payet tanpa harus menyertakan ijazah. Karena karier fesyen seseorang tidak bisa dihalangi dengan hanya sebuah kertas.

"Saya banyak kekurangan dan juga tidak lancar berbahasa Inggris, juga tidak mengikuti kemajuan teknologi ," ucapnya.

Dengan segala keterbatasannya terhadap perkembangan teknologi, justru membuat hasil karya Anne menjadi ekslusif dengan mempertahankan sentuhan tangan (handmade).

Makanya produksinya tidak pernah terlalu besar, karena tanpa ada sentuhan teknologi. Tidak heran kalau hasil rancangannya mempunyai nilai yang tinggi (ekslusif)

"Saya tidak pernah dan tidak bisa membuat pola rancangan busana. Semua idenya mengalir saat bereksperimen langsung pada bahan," jelasnya.

Awalnya dia merancang busana dengan memasang bahan pada patung. Di situlah kemudian imajinasinya mengalir, menuntun tangan terampilnya menggunting serta menambahkan manik-manik dan detil lain pada karya busananya.

“Saya bisa disebut sebagai fashion designer alami, autodidak,”tukasnya.

 Anne Avantie

Tahun 2002, ia mendirikan rumah singgah bernama Wisma Kasih Bunda yang berkolaborasi dengan Rumah Sakit St. Elizabeth Semarang. Wisma Kasih Bunda yang awalnya diperuntukkan bagi penderita hydrocephalus.

Ia juga memberi bantuan kepada penderita tumor, labiopalataschisis atau bibir sumbing, membantu bayi yang menderita atresia ani (tanpa anus), bayi yang mengalami cacat bawaan kaki dan tangan, leukimia, dan thalassemia untuk dioperasi.

Ia juga aktif memberikan pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan kepada berbagai kalangan, yang kemudian membuat dia mendapat penghargaan Kartini Award dan Indonesia Woman Able.

Dia juga menghabiskan sebagian besar waktunya di Semarang. Menjalankan perannya sebagai seorang ibu dan istri, memasak di rumah dan berkumpul dengan keluarga.

Ia hanya pergi ke Jakarta setiap Sabtu dan Minggu. Dia selalu bepergian dengan menggunakan kereta api, karena dia takut naik pesawat.

“Saya bersyukur karena keterbatasan itu membuatnya selalu berada dekat dengan keluarga. Lebih baik gagal menjadi istri daripada gagal menjadi ibu,” tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini