Waspada! Hipertensi Bisa Menyerang Anak Muda, Ini Cara Mencegahnya

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 481 2414989 waspada-hipertensi-bisa-menyerang-anak-muda-ini-cara-mencegahnya-XlVHKWlE0p.jpg Ilustrasi pasien hipertensi. (Foto: Freepik)

SATU dari tiga orang di dunia terdiagnosis menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, hanya sebesar 36,8 persen di antara mereka yang mengonsumsi obat. Dampaknya, pada 2025 diperkirakan akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi.

Padahal, mengatasi hipertensi itu penting. Sebab, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi yang tidak tertangani dengan baik menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal, hingga kebutaan.

Baca juga: 5 Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi 

Hipertensi sendiri merupakan kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Sampai saat ini hipertensi masih merupakan momok di masyarakat.

Ilustrasi hipertensi.

Fakta yang lebih mengerikan, kini hipertensi tidak hanya menyerang masyarakat lanjut usia (lansia), tetapi juga generasi milenial atau anak muda. Hal ini sebagaimana dipaparkan Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin.

"Hipertensi yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia, tapi juga generasi milenial. Sayangnya hingga saat ini masih banyak yang belum menyadari tentang bahaya hipertensi," ungkap Esti Nurjadin, seperti dikutip dari keterangannya yang diterima MNC Portal, Senin 24 Mei 2021.

Baca juga: Tips Cegah Hipertensi, Tekanan Darah Tinggi yang Bisa Berakibat Fatal 

Ia menjelaskan, kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan erat dengan pola hidup; antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, rendahnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta tingginya konsumsi gula garam lemak.

"Kemajuan teknologi yang membuat semua serbamudah membuat orang kurang melakukan aktivitas fisik. Tuntutan pekerjaan dan kurangnya istirahat dapat menyebabkan timbulnya stres," papar Esti.

Oleh karena itu, penting mengetahui cara mencegah hipertensi lebih dini. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr dr Isman Firdaus SpJP(K) FIHA mengatakan perlunya menumbuhkan kesadaran diri untuk melakukan cek kesehatan rutin.

Baca juga: Stroke, Hipertensi hingga Diabetes Kerap Terjadi Pasca-Lebaran 

Selain itu, penting juga mencegah serta mengendalikan hipertensi dengan memodifikasi pola hidup seperti rajin berolahraga dan membatasi asupan garam.

"Untuk mencegah hipertensi, dianjurkan membatasi asupan garam paling banyak 5 gram sehari atau setara dengan 1 (satu) sendok teh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini