Dokter Reisa Ungkap Syarat Bisa Vaksinasi Covid-19 di Gelombang 3

Antara, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 481 2415001 dokter-reisa-ungkap-syarat-bisa-vaksinasi-covid-19-di-gelombang-3-UwpJNxSAeV.jfif Dokter Reisa Broto Asmoro. (Foto: Satgas Covid-19)

DOKTER Reisa Broto Asmoro, juru bicara vaksinasi covid-19 Tingkat Pusat dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), mengatakan vaksinasi covid-19 gelombang 3 dikhususkan untuk kelompok Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, dan tinggal di wilayah rentan terhadap persebaran covid-19 kawasan DKI Jakarta.

Orang yang tinggal di permukiman padat juga menjadi bagian dari sasaran vaksinasi covid-19 gelombang 3 ini. Nantinya dinas kesehatan memberikan vaksin covid-19 berkoordinasi dengan kelurahan setempat, dinas sosial (khusus untuk penyandang disabilitas), rumah sakit (untuk ODGJ).

Baca juga: Pemakaian Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Dokter Reisa: Jangan Pilih-Pilih Vaksin, Semua Dijamin Aman 

"Harus memenuhi persyaratan, di DKI Jakarta harus tinggal di wilayah rentan, rawan terhadap penyebaran covid-19, tinggal permukiman padat, ODGJ dan penyandang disabilitas," ujar dr Reisa dalam diskusi virtual terkait vaksinasi covid-19, beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Antara.

Selanjutnya calon penerima vaksin covid-19 juga harus lulus screening kesehatan awal mencakup tekanan darah (di bawah 180/110 mmHg), suhu normal yakni di bawah 37,5 derajat Celsius, bagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid harus memastikan penyakitnya terkendali atau mengantongi surat rekomendasi dari dokter yang memeriksanya.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

Vaksinasi covid-19 gelombang 3 ini menjadi salah satu langkah percepatan program vaksinasi nasional. Pada 20 Mei 2021, sudah 40.349.049 orang target sasaran mendapatkan vaksin covid-19, dengan penerima dosis pertama sebanyak 14.369.233 orang dan tambahan penerima vaksin harian 269.479 orang.

Sedangkan untuk dosis kedua meningkat menjadi 9.536.000 orang. "Jadi sejak 13 Januari hingga kini sudah 23,9 juta suntikan yang diberikan," kata dr Reisa.

Baca juga: Dokter Reisa: Sebelum Sekolah Tatap Muka, Orangtua Wajib Ajarkan Prokes Covid-19 

Vaksinasi covid-19 menjadi salah satu langkah mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok yang pada akhirnya memutus rantai penularan virus corona. Apabila populasi ingin terlindungi dari satu penyakit tertentu maka ambang capaian imunisasi harus tercapai. Kondisi ini bisa tercapai apabila vaksinasi dilakukan secara masif dalam waktu relatif singkat.

"Vaksin nantinya diberikan untuk menciptakan antibodi. Vaksin tidak harus sakit dulu sudah ada antibodinya. Dia bisa membantu tidak menyebarkan dan memutus rantai penularan," ungkap dr Reisa.

Orang yang sudah divaksin lengkap mendapatkan perlindungan tiga kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak divaksin. Kalaupun dia sampai terinfeksi, biasanya tidak akan sampai ke tahap berat.

Dokter Reisa menambahkan, vaksin-vaksin yang masuk ke Indonesia sudah lulus uji klinis, direkomendasikan para ahli, kemudian sesuai standar keamanan, mutu, dan khasiat.

Baca juga: Belanja Barang saat Pandemi, Dokter Reisa: Buang Plastiknya Bersihkan Isinya 

"Banyak merek untuk covid-19 tetapi enggak usah pilih-pilih, semua vaksin sama fungsinya, tujuannya menimbulkan antibodi," tambahnya.

Selain vaksinasi covid-19, orang-orang juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M yakni Mengenakan masker, Mencuci tangan rutin, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini