Sering Sakit Kepala Berulang, Jangan Disepelekan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 22:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 481 2415556 sering-sakit-kepala-berulang-jangan-disepelekan-kwxLezFCM6.jpg Sakit kepala (Foto: Insider)

Sakit kepala saat menyerang memang sangat mengganggu. Apalagi menyerang saat sedang bekerja di kantor.

Sakit kepala juga bisa mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari. Nah, penyebab dari sakit kepala ternyata bisa dari genetik dan faktor pemicu. Dari segi genetik, bakat sakit kepala dapat diturunkan.

Walaupun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, penyakit lain seperti sakit kepala tetap bisa menyerang siapa saja dan di mana saja.

sakit kepala

Dokter Bedah Saraf Siloam Hospitals Surabaya, DR. Dr. M Arifin Parenrengi, Sp.BS (K) mengatakan, sakit kepala jangan dianggap remeh sebab sakit kepala juga menyakitkan dan mengganggu.

Penyebab terjadinya sakit kepala, terang Dokter Arifin, bervariasi. Sakit kepala bisa jadi karena faktor genetik dan faktor pemicu.

Dikatakan genetik karena jika orangtua menderita sakit kepala maka 50-75% anak akan mengalami sakit kepala. Untuk mengetahui kelainan pada otak yang dikarenakan genetik bisa dilakukan skrining dengan menggunakan MRI atau CT Scan.

Sedangkan untuk faktor pemicu, terang dia, dibagi menjadi 2 yaitu, pemicu yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan seperti cuaca dan fluktuasi hormonal (menstruasi dan perimenopause).

Dokter Arifin memberikan tips untuk mencegah sakit kepala antara lain membuat catatan harian untuk mempelajari pemicu, obati segera setelah merasa ada serangan. Lalu pertimbangkan tindakan pencegahan jika sering mengalami serangan, dan patuhi jadwal tidur.

Selain tips yang diberikan, Dokter Arifin memberikan peringatan kepada mereka yang sering mengalami sakit kepala berulang untuk tidak menganggap sepele penyakit ini. Terdapat tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah sakit kepala disertai dengan aura karna dapat berisiko stroke, sakit kepala yang sering atau berulang jenis apa pun, serta sakit kepala yang intens.

Ketiga tanda ini menjadi warning di mana penderita harus segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan awal yang biasa dilakukan pada penderita sakit kepala adalah pemeriksaan MRI.

Jika terjadi kondisi yang lebih parah, sebaiknya segera ke UGD terdekat. “Tindakan yang dapat dilakukan jika memang dibutuhkan adalah dengan neuroendoskopi,” ujarnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini