Stunting di Indonesia Kategorinya Mengkhawatirkan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 481 2415560 stunting-di-indonesia-kategorinya-mengkhawatirkan-0i55q6ZqvN.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

STUNTING dan kematian ibu-anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang belum tuntas. Maka, diperlukan layanan kesehatan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Spesialis Kandungan dr. Achmad Mediana, Sp.OG mengatakan, stunting dan kematian ibu-anak merupakan masalah yang masih terus dihadapi masyarakat Indonesia.

Untuk menuntaskan stunting, menurutnya, Indonesia membutuhkan layanan kesehatan yang memiliki sistem komprehensif serta terintegrasi.

 Stunting

"Tingginya angka stunting dan kematian ibu-anak di Indonesia memerlukan penanganan untuk menekan angkanya," ujar dr Achmad yang juga Founder AMS Klinik.

Early deteksi, preventif, dan monitoring sangat dibutuhkan untuk mencegah tingginya stunting. Diungkapkannya, stunting dan kematian ibu-anak di Indonesia termasuk ke dalam kategori yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) per Januari 2021, angka stunting di Indonesia mencapai 27,6 persen. Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari 20 persen. Tentunya diperlukan peran berbagai pihak untuk bantu menurunkan angka stunting di Indonesia.

Sementara itu, Perwakilan Lifepack & Jovee Natali Ardianto menambahkan, menekan angka stunting dan kematian ibu-anak sangat penting. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan juga perlu dibenahi.

"Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, perlu sistem yang memiliki sinergi antara layanan kesehatan dan teknologi. Sehat itu merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini