Agar Tidak Berlebihan, Kenali Denyut Jantung Maksimal saat Berolahraga

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 612 2415412 agar-tidak-berlebihan-kenali-denyut-jantung-maksimal-saat-berolahraga-aRoRRXrQbs.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

BERSEPEDA memang memiliki sederet manfaat bagi kesehatan tubuh. Mereka yang rajin bersepeda secara rutin, bisa menurunkan risiko serangan jantung hingga 15 persen.

Bersepeda selama 40 menit dalam sehari selama 5 minggu, dapat mengurangi risiko terkena penyakit secara signifikan mencapai 50 persen, ketimbang mereka yang tidak berolahraga.

Meski demikian, tidak berarti olahraga sepeda tidak memiliki risiko. Mereka yang asal bersepeda, malah berisiko terkena serangan jantung.

Melansir keterangan yang diterbitkan Yayasan Jantung Indonesia, jika termasuk orang yang berisiko dengan penyakit kardiovaskular, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

"Sedangkan jika tidak memiliki risiko, sebaiknya menjalani kegiatan bersepeda secara bertahap, dengan mempertimbangkan FITT (Frequency, Intensity, Time, Type)," tulis keterangan tersebut.

Sepeda

"Tapi, jangan abaikan jika ada tanda-tanda tidak biasanya karena akan mengakibatkan terjadinya serangan jantung," lanjut keterangan tersebut.

Lantas, berapa detak jantung maksimal ketika Anda berolahraga? Perhitungannya adalah 220 dikurangi dengan usia atau angka umur saat ini.

Adapun intensitas latihan sedang yakni: 50-70 persen dari denyut jantung maksimal

Sementara intensitas latihan kuat yakni: 70-85 persen dari denyut jantung maksimal.

Nah, agar denyut jantung tidak melampaui batas maksimal, tingkatkan intensitas secara bertahap, ini juga berlaku pada saat pemanasan dan pendinginan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini