Lebih dari 8.800 Orang Terinfeksi, Ini Penyebab Jamur Hitam Sangat Berbahaya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 481 2416083 lebih-dari-8-800-orang-terinfeksi-ini-penyebab-jamur-hitam-sangat-berbahaya-bnE20VwKuF.jpg Pasien covid-19 di India yang terinfeksi jamur hitam. (Foto: Reuters)

INFEKSI jamur hitam menjadi topik hangat belakangan ini, karena banyak pasien covid-19 di India mengalami masalah kesehatan tersebut. Salah satu penyebab infeksi jamur hitam yang mematikan itu adalah penggunaan jangka panjang obat steroid.

Ya, dalam proses pemulihan covid-19, pasien sudah pasti mengonsumsi sejumlah obat dan salah satunya yang mengandung steroid. Dikarenakan penggunaannya jangka panjang, ini yang kemudian memicu jamur hitam muncul di organ dalam tubuh.

Baca juga: Kenali Gejala Infeksi Jamur Hitam yang Serang Penderita Covid-19 

Secara lebih detail, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menerangkan bahwa jamur hitam tidak seperti jamur yang biasa dimakan. Jamur hitam hanya bisa dilihat melalui mikroskop.

"Jamur hitam ini bukan seperti jamur merang. Ini adalah jamur yang sangat halus wujudnya dan hanya kelihatan oleh mikroskop. Jamur hitam ini ada di mana-mana, misal di tanah dan di bahan organik seperti daun," terang Prof Beri –sapaannya– melalui cuitan di Twitter, sebagaimana diizinkan untuk dikutip MNC Portal, Kamis (27/5/2021).

Ilustrasi. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Nah, dalam dunia medis, jamur hitam punya sebutan sendiri yaitu mukormikosis atau infeksi jamur yang langka. Menurut penjelasan Prof Beri, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan ancaman serius bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik.

"Tapi, beda cerita jika jamur ini muncul di kondisi tubuh dengan antibodi lemah. Siapa saja orang-orang itu? Contohnya pasien lupus yang minum Methylprednisolone dosis tinggi dalam jangka waktu lama. Termasuk juga pasien diabetes dan kanker, serta penerima transplantasi organ atau sel induk, pun penggunaan steroid jangka panjang," paparnya.

Prof Beri melanjutkan, apakah artinya orang dengan lupus, HIV/AIDS, diabetes, dan kanker mudah terinfeksi jamur? Jawabannya iya. Sebab, jamur menyerang orang yang kekebalan tubuhnya rendah.

"Di tempat praktik, saya sering menemukan jamur Candida pada orang dengan lupus. Demikian pula pasien kanker," katanya.

Baca juga: Sebabkan 50% Kematian, Jamur hitam Juga Membuat Cacat Pasien Covid-19 India 

Lantas, bagaimana sebetulnya karakter jamur hitam ini?

"Sebetulnya jamur ini teman bagi tubuh manusia, tapi karena dia menginfeksi secara oportunis, maka ketika tubuh lagi lemah, ya dia akan jadi jahat. Bisa merusak organ tubuh," jawab Prof Beri.

Pertanyaan berikutnya, apakah ada obatnya di Indonesia? Prof Beri pun mengatakan ada, namanya Amphotericin B.

"Dulu pada era HIV/AIDS sedang menjadi isu besar dan belum ada obat Antiretroviral (ARV), jamur itu jadi sosok yang menakutkan. Saat itu pasien HIV/AIDS banyak memakai obat Ketoconazole, Itraconazole, termasuk Amphotericin B," ungkap Prof Beri.

Baca juga: India Laporkan 8.800 Kasus Infeksi Langka Jamur Hitam 

Lalu apa hubungannya dengan covid-19?

"Pasien covid-19 itu mendapatkan obat dalam penanganannya. Misalnya obat antibiotik. Nah, kalau terlalu lama juga bisa menyebabkan keseimbangan antara kuman dan berbagai bakteri di tubuh jadi terganggu. Sehingga, jamur yang tadinya dianggap tubuh sebagai teman dan tidak bikin sakit, malah jadi bikin sakit ketika kekebalan tubuh menurun. Bahkan, sakit parah," terangnya.

Jamur hitam ini, kata Prof Beri, menyerang banyak organ tubuh. Mulai dari hidung yang awalnya menyebabkan mimisan, lalu kerusakan pada langit-langit di atas lidah, kelainan mata yang bikin jadi berbayang penglihatannya, dan bisa juga masuk ke otak yang menyebabkan stroke.

Baca juga: Cek Fakta: Pakai Masker Berisiko Terinfeksi Jamur Hitam? 

"Kondisi tersebut yang kini tengah dihadapi pasien covid-19 di India. Makanya, infeksi jamur hitam ini dikatakan mematikan," tambah Prof Beri.

"Data terbaru di India menjelaskan bahwa ada lebih dari 8.800 kasus jamur hitam yang mematikan di tengah kasus covid-19 yang terus meningkat. Penyakit ini menjangkiti ribuan pasien covid-19, baik yang sudah pulang dari rumah sakit ataupun pasien yang masih dalam tahap pemulihan," imbuh Prof Beri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini