Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Disiapkan 7.615 Tempat Tidur untuk Rawat Intensif

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 481 2416138 antisipasi-lonjakan-kasus-covid-19-disiapkan-7-615-tempat-tidur-untuk-rawat-intensif-A70GuEBPfH.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PEMERINTAH terus berupaya menjamin kesehatan masyarakat di tengah pandemi covid-19. Sebagaimana diketahui, saat ini terjadi lonjakan kasus covid-19 pasca-libur panjang Lebaran beberapa waktu lalu. Mobilitas masyarakat yang tinggi menyebabkan potensi penularan covid-19 jadi makin besar.

Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono menjelaskan saat ini jumlah pasien covid-19 yang dirawat di ruang isolasi sebanyak 23.000-an. Sementara pasien yang dirawat di ICU 2.480 secara keseluruhan.

Baca juga: Tingkat Fatalitas Kasus Covid-19 Indonesia Masih Tinggi, Melebihi Rekomendasi WHO 

"Daerah yang memiliki board isolasi yang paling besar yakni Sumatera Barat dan Sulawesi Utara. Sedangkan board untuk kasus intensifnya ada di Riau. Pemerintah melakukan upaya untuk menambah kapasitas board rumah sakit untuk penambahan kasus," terang dr Dante dalam Live Streaming Komisi IX DPR RI Raker dengan Menteri Kesehatan RI di kanal YouTube DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Covid-19. (Foto: Mego-Studio/Freepik)

Ia menerangkan, saat ini pemerintah telah melakukan upaya dengan menyediakan 7.615 tempat tidur untuk rawat intensif. Sementara kasusnya sekarang masih sekira 2.400. Sehingga, pemerintah masih memiliki kapasitas sebanyak 300 persen lagi dari jumlah pasien yang sudah dirawat saat ini.

Baca juga: Wamenkes Sebut Rasio Tracing Indonesia Masih di Bawah Rekomendasi WHO 

Hal serupa pun telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus bagi masyarakat yang harus menjalani isolasi.

"Untuk board capacity yang sudah dikonversi untuk ruang isolasi ada 71.506 tempat tidur, sehingga kita masih punya 300 persen kapasitas board untuk mengantisipasi kalau ada peningkatan kasus. Jadi, board dan konversi bed ini sudah dilakukan oleh teman-teman di rumah sakit baik vertikal, swasta, maupun rumah sakit daerah," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini