Share

Mengenal Peran Bidan dalam Dunia Kesehatan, Tak Cuma Bantu Persalinan Loh

Antara, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 612 2416338 mengenal-peran-bidan-dalam-dunia-kesehatan-tak-cuma-bantu-persalinan-loh-f8T63yluSD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BIDAN dikenal sebagai salah satu tenaga kesehatan yang biasa menangani kehamilan dan persalinan. Tapi, sebenarnya bidan adalah salah satu tenaga kesehatan profesional di Indonesia.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Emi Nurjasmi mengatakan, bidan sejatinya memiliki ruang lingkup meliputi asuhan prakonsepsi, pada saat kehamilan, nifas, kesehatan reproduksi perempuan dan remaja perempuan, hingga keluarga berencana (KB).

"Pada bayi dan balita, terutama untuk pemantauan tumbuh kembang pada 1.000 hari pertama kehidupan, mencegah stunting dan membangun kualitas generasi masa depan," ujar dia.

Bayi

Asuhan kebidanan diberikan secara berkesinambungan dengan berpusat pada perempuan melalui pemberdayaan yang salah satunya juga untuk membantu mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) di Indonesia.

Pemerintah sendiri, sejak tahun 1991 menempatkan bidan di setiap desa untuk memastikan aksesibilitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di tengah masyarakat. Data dari Pusdatin Kementerian Kesehatan pada tahun 2019 menunjukkan, sekitar 55 persen desa di Indonesia masih memiliki bidan atau 45.875 desa dari 83.931 desa, atau menyisakan 45 persen desa lain tanpa ada bidan.

"Peran penting bidan di desa dan tempat praktik mandiri bidan sangat krusial dalam penguatan sistem kesehatan. Begitupun peran bidan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut serta di komunitas, khususnya di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan," kata Emi.

Dalam perannya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) dan memberikan pelayanan kesehatan berkualitas, bidan perlu menyelesaikan pendidikan sesuai standar dan kompeten. Mereka juga perlu didukung regulasi dan sistem kesehatan yang kuat termasuk upaya pembinaan, monitoring dan evaluasi.

Kemudian, untuk mempercepat angka AKI dan AKB di Indonesia, setidaknya membutuhkan pendekatan yang bersifat sistemik sesuai enam pilar sistem kesehatan yaitu penguatan pelayanan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, sistem informasi kesehatan, aksesibilitas terhadap obat-obatan esensial.

"Oleh sebab itu, penguatan kapasitas bidan dan maksimalisasi peran bidan dalam sistem kesehatan ibu dan anak di Indonesia merupakan salah satu langkah krusial dan penting dalam program percepatan AKI dan AKB," demikian tutur Emi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini