Hari Kebersihan Menstruasi, Terungkap Pentingnya Jaga Kesehatan Organ Kewanitaan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 481 2416533 hari-kebersihan-menstruasi-terungkap-pentingnya-jaga-kesehatan-organ-kewanitaan-g6e7uj5xlS.jpg Ilustrasi menstruasi. (Foto: Rawpixel/Freepik)

KEBERSIHAN organ kewanitaan sangat penting untuk kesehatan. Dalam rangka mememperingati Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh setiap 28 Mei, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) serta Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia menyelenggarakan Webinar 'Sehat dan Bersih saat Menstruasi' yang diikuti oleh 1.000 perempuan Indonesia.

Webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Selain itu, mengajak perempuan untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan cara yang tepat serta sesuai kebutuhan.

Baca juga: Ini Dia 5 Makanan Pereda Nyeri Menstruasi 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr Dwi Oktavia Handayani MEpid mengatakan bahwa menstruasi merupakan proses biologis yang normal dialami setiap perempuan. Setiap anak perempuan idealnya mendapat pengetahuan mengenai menstruasi sebelum mengalami menarke (menstruasi untuk pertama kalinya).

"Oleh sebab itu, pengetahuan ini sangat penting agar anak perempuan dapat menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim kewanitaan selama masa menstruasi, serta tetap bisa beraktivitas dengan nyaman," terang dr Dwi, Kamis 27 Mei 2021.

Menstruasi. (Foto: Sheknows)

Dinkes DKI Jakarta terus melakukan edukasi mengenai MKM, salah satunya melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang menyasar anak usia sekolah dan remaja. Mereka juga mendorong masyarakat luas lebih aktif mencari informasi kesehatan yang benar, termasuk mengenai MKM, kepada tenaga kesehatan terdekat.

Baca juga: Remaja Harus Tahu, Ini yang Dilakukan Jika Pertama Kali Menstruasi 

"Meski pengetahuan mengenai MKM sangat penting bagi perempuan, data menunjukkan bahwa hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan saat menarke. Sementara 6 dari 10 anak yang bertanya mengenai menstruasi ke ibunya. Ironisnya ibu justru menjadi sumber stigma, mitos, kepercayaan, dan miskonsepsi yang merugikan kesehatan perempuan," lanjut dr Dwi.

Hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mengganti pembalut setiap 4 sampai 8 jam, sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari. Selanjutnya hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini