Demam Berdarah Sering Menyerang Warga, Perlukah Vaksin DBD?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 481 2416878 demam-berdarah-sering-menyerang-warga-perlukah-vaksin-dbd-yFys1Z2zGs.jpg Demam berdarah (Foto: shutterstock)

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang warga. Bahkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea harus masuk rumah sakit akibat demam berdarah.

Penyakit demam berdarah ini tak memandang bulu. Bisa menyerang siapa saja. Oleh karena itu perlu ada vaksin demam berdarah untuk mencegah orang terkena penyakit tersebut.

Terdapat kandidat vaksin demam berdarah yang sudah disiapkan oleh Takeda yakni, Takeda (TAK-003) yang diklaim mampu mencegah penyakit demam berdarah hingga 62 persen.

 Vaksin DBD

Setelah melalui serangkaian uji coba imunisasi tetravalen terhadap penyakit demam berdarah fase 3 (TIDES Phase 3), calon vaksin TAK-003 dinyatakan bisa mengurangi risiko rawat inap pasien hingga 83,6 persen, tanpa risiko gangguan kesehatan lain selama tiga tahun ke depan setelah imunisasi.

“Uji coba imunisasi tetravalen terhadap penyakit DBD fase 3 (TIDES Phase 3) melibatkan lebih dari 20.000 anak-anak dan remaja sehat berusia 4 hingga 16 tahun, di negara-negara endemik demam berdarah di kawasan Asia dan Amerika Latin. Kami optimis kandidat vaksin TAK-003 dapat membantu mengatasi masalah demam berdarah di dunia,” kata Derek Wallace, Vice President Dengue Global Program Leader Takeda Pharmaceutical, Jumat (28/5/2021).

Perlu diketahui, demam berdarah merupakan penyakit virus yang cepat menyebar melalui perantara nyamuk. Penyakit demam berdarah menjadi salah satu dari 10 ancaman teratas WHO terhadap kesehatan global pada tahun 2019. Namun opsi pencegahan penyakit ini masih terbilang terbatas hingga saat ini.

Di Indonesia, sepanjang tahun 2020 kasus demam berdarah tercatat mencapai 95.893 kasus, dengan jumlah kematian mencapai 661 jiwa. Kasus demam berdarah tersebar di 472 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Kematian akibat demam berdarah terjadi di 219 kabupaten/kota.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini