Sudah Dapat Pengakuan Uni Emirat Arab, Vaksin Gotong Royong Dijamin Aman

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 03:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 612 2416489 sudah-dapat-pengakuan-uni-emirat-arab-vaksin-gotong-royong-dijamin-aman-NMjvuH4KdD.jpg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PROGRAM vaksin Gotong Royong memang sudah bergulir sejak 18 Mei lalu memakai vaksin Covid-19 merek Sinopharm. Vaksin ini pun berbeda dengan vaksinasi nasional yang menggunakan CoronaVax buatan PT Sinovac, China. 

Dr. Julitasari Sundoro, dr., MSc-PH sebagai pakar vaksin Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menyakinkan bahwa vaksin Sinopharm aman karena sudah melalui begitu banyak tahapan pemeriksaan, baik secara laboratorium oleh para ahli yang bernaung di bawah Badan POM.

“Vaksin Sinopharm ini bahkan sudah dapat pengakuan dari bulan September dari United Emirat Arab, dari Badan POM sejak 29 April sudah keluar izin penggunaan daruratnya," katanya.

"Ini enggak mudah, karena di Badan POM ada pakar-pakarnya dan mereka yang kaji semuanya, Lot Releasenya ketat banget. Setelah itu baru dapat izin penggunaan daruratnya dan bisa dipakai di masyarakat,” jelas Dr. Julita.

Tak hanya pemeriksaan dari segi laboratorium, Dr. Julita menambahkan, pihak ITAGI juga melakukan audit literatur terhadap vaksin Sinopharm.

“Ini semua melalui kajian, semua vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia selain diperiksa semua dokumennya oleh Badan POM, Kemenkes, juga ITAGI itu melewati prosesnya panjang dan sangat teliti. Kalau Badan POM secara pemeriksaan lab, nah ITAGI kita review literature,” imbuhnya.

Dokter Julita menegaskan, dari pantauan ITAGI sejauh sembilan hari pelaksanaan program vaksin Gotong Royong belum ada laporan terjadi kasus efek samping (kejadian ikutan pasca imunisasi) serius dari vaksin Sinopharm.

“Sejauh ini belum ada laporan kejadian serius, ini belum ada. Ternyata dilakukan audit penilaian, kasus yang ada hasilnya kebanyakan ya karena komorbidnya (penyakit penyerta)," kata dia.

"Ini (vaksin Sinopharm) aman, ditunggu dari tanggal 18, sejauh ini enggak ada laporan, sudah 9 hari enggak ada laporan kejadian serius,” tutup Dr. Julita.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini