Yuk Ketahui 6 Etika Dasar Bersepeda di Jalan Raya

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Minggu 30 Mei 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 612 2417343 yuk-ketahui-6-etika-dasar-bersepeda-di-jalan-raya-a2glaZQMe5.jpg Ilustrasi bersepeda di jalan raya. (Foto: Bublikhaus/Freepik)

VIRAL sebuah foto pengendara motor mengacungkan jari tengah ke kelompok pesepeda yang berada di jalan raya. Dalam foto tersebut terlihat para pesepeda mengambil lajur tengah, bukan di kiri jalan atau di jalur bersepeda yang sudah disediakan.

Lantas, bagaimana sebetulnya etika bersepeda yang baik di jalan raya?

Baca juga: Viral Pemotor Acungkan Jari Tengah ke Kelompok Pesepeda, Netizen Ikutan Kesal 

Menurut komunitas sepeda Bike2Work Indonesia, etika memang bukanlah aturan hukum, tidak ada sanksi yang mengikat di dalamnya, melainkan panduan mana yang baik atau buruk.

Melalui cuitan di akun Twitter-nya @B2WIndonesia, mereka membagikan etika dasar bersepada di jalan raya, sebagaimana infografis yang dibuat @yogadwicahyonoid.

Viral pemotor acungkan jari tengah ke kelompok pesepeda. (Foto: Twitter @samartemaram)

1. Beri tanda saat akan berbelok

Beri tanda dengan tangan Anda saat akan berbelok. Hal ini sangat penting untuk memberi informasi kepada pesepeda di belakang maupun pengguna jalan yang lain. Jangan memotong jalan secara tiba-tiba dan pastikan manuver aman.

2. Gunakan kata-kata yang sopan

Sepeda tidak dilengkapi klakson. Satu satunya cara untuk memberi tahu keberadaan pesepeda adalah dengan suara. Pilihlah kata-kata yang sopan tapi tegas dan hindari berteriak-teriak, apalagi mengumpat.

Baca juga: Viral Diacungi Jari Tengah Pemotor, Ini Klarifikasi Kelompok Pesepeda 

3. Tetap di lajur kiri

Sebisa mungkin tetaplah di lajur kiri, kecuali sedang menghindari lubang atau menghindari kendaraan yang berhenti. Pastikan saat berpindah lajur tidak ada kendaraan dari belakang.

4. Berhenti saat lampu merah

Berhenti di lampu merah memang merepotkan, apalagi kalau menggunakan cleat. Membuka dan memasang kembali cleat cukup merepotkan, tapi tidak sebanding dengan bahaya yang ditimbulkan jika menerobos lampu merah.

Baca juga: 4 Jenis Peregangan untuk Atasi Nyeri Otot Setelah Bersepeda 

5. Kelompok kecil

Bersepeda dalam peleton besar memang menyenangkan, tapi tidak menutup kemungkinan atau bahan berbahaya jika dilakukan di jalan terbuka.

Bersepedalah dengan kelompok kecil antara 5 sampai 6 orang. Selain tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, hal ini juga dapat memaksimalkan latihan bersepeda.

6. Tidak menggunakan earphone

Hal yang terlihat sepele ini dapat menimbulkan kecelakaan. Simpan dulu earphone saat bersepeda. Ketika bersepeda dengan mendengarkan musik, kesiapan untuk menghadapi hal tidak terduga akan sangat berkurang dan sulit dapat mendengar kendaraan di sekitar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini