Anak Bayi Alami Penyakit Jantung, Ini Tindakan Tanpa Operasinya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 30 Mei 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 481 2417586 anak-bayi-alami-penyakit-jantung-ini-tindakan-tanpa-operasinya-x48xrbrFrg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Jantung Bawaan (PJB) merupakan penyakit jantung pada bayi yang mungkin jarang terjadi. Bahkan, 80 persen penyebab PJB tidak diketahui, sedangkan 20 persen lainnya berhubungan dengan Mendellian dan velocraniofacial syndrome.

Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center dr Radityo Prakoso, SpJP, mengatakan bayi dalam kandungan pun bisa dideteksi PJB dengan skrining awal. Kelainan pada jantung yang berkembang sebelum kelahiran ini bisa dideteksi dengan irama jantung tidak normal.

Selain itu, jika sudah lahir ada gejala seperti kulit biru, sesak napas, tidak dapat makan, dan terjadi pembengkakan jaringan tubuh atau organ. Karenanya, deteksi dini diperlukan ketika dalam kandungan, saat lahir, dan sebelum bayi pulang dari rumah sakit.

Anak Bayi

Lantas bagaimana jika dalam screening ditemukan masalah jantung pada bayi? Dokter Radityo pun merekomendasikan untuk memilih intervensi non bedah. Tindakan ini jauh dari kata menyeramkan, sebab berbeda dengan tindakan bedah.

"Pada intervensi non-bedah, tidak ada atau skar yang terlihat sangat kecil sekali. Kemudian, tindakan ini pun menurunkan mortalitas dan morbiditas pasien," paparnya.

Tak hanya itu, intervensi non-bedah pada pasien PJB juga secara keseluruhan menurunkan biaya pengobatan. Ya, overall cost rendah jika dibandingkan dengan tindakan bedah.

"Ini bisa terbaca dari waktu inap di rumah sakit yang singkat, karena hari ini tindakan besok bisa pulang. Beda dengan pasien bedah yang memerlukan 5 hingga 10 hari perawatan pascaoperasi. Lalu soal alat-alat tindakan yang lebih simple berbeda dengan bedah," tambah dr Radityo.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah bayi dengan PJB bisa menerima tindakan intervensi non-bedah ini? Menurutnya, dengan semakin canggihnya teknologi, maka memungkinkan bayi dengan berat 3 kilogram untuk dilakukan intervensi non-bedah.

"Bahkan, teknik intervensi non-bedah dengan zero fluoroscopy menjadi alternatif yang menjanjikan karena nihil radiasi dan ini sangat bermanfaat bagi semua pasien, khususnya pasien anak kecil maupun ibu hamil," ungkap dr Radityo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini