Belum Kelar Dilanda Tsunami Covid-19, India Konfirmasi Penyakit Baru

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 481 2417939 belum-kelar-dilanda-tsunami-covid-19-india-konfirmasi-penyakit-baru-Bh9a5YvXY0.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Pixabay)

Belum lama ini lebih dari 11 ribu kasus jamur hitam dilaporkan terjadi di India. Kasus jamur hitam tersebut menyerang wilayah Maharashtra dan Gujarat. Bahkan saat ini peningkatan kasus jamur hitam telah meningkat dengan pesat di Gujarat. Padahal tsunami Covid-19 belum kelar juga.

Belum kelar masalah infeksi jamur hitam, salah satu dokter di Vadodara telah melaporkan delapan kasus baru dari mikosis pengganti yang disebut aspergillosis.

 tsunami Covid-19

Sama seperti jamur hitam, infeksi aspergillosis terlihat pada orang yang baru sembuh dari Covid-19. Pada Kamis pekan lalu, Vadodara melaporkan terdapat 262 kasus baru jamur hitam dan delapan kasus baru aspergillosis. Kedelapan pasien tersebut kini dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sesegera mungkin.

Merangkum dari India, Senin (31/5/2021), aspergillosis paru adalah infeksi yang disebabkan oleh sejenis jamur (fungus). Penyakit akibat infeksi aspergillosis biasanya memengaruhi sistem pernapasan, tetapi tanda dan tingkat keparahannya sangat bervariasi. Jamur yang memicu aspergillosis ini ada di mana-mana, termasuk di luar ruangan.

Kebanyakan orang yang menghirup spora aspergillosis selama sehari tidak mengalami sakit. Tetapi orang dengan sistem yang lemah atau penyakit paru-paru memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan akibat penyakit ini.

Gejala yang disebabkan oleh aspergillosis antara lain adalah alergi, infeksi pada organ tubuh termasuk paru-paru. Infeksi aspergillosis paru saat ini sedang diamati pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang terganggu. Aspergillosis tidak mematikan seperti jamur hitam, tapi juga bisa berakibat fatal.

Meningkatnya kasus infeksi jamur pada pasien Covid-19 dikaitkan dengan penggunaan steroid dan kekebalan tubuh yang terganggu. Penyakit ini juga diprediksi terkait dengan air non-steril yang digunakan untuk menghidrasi suplai oksigen.

Penggunaan steroid yang tidak rasional dalam pengobatan Covid-19 adalah salah satu alasan utama di balik peningkatan kasus jamur hitam.

Jenis aspergillosis yang paling parah terjadi ketika infeksi telah menyebar dengan cepat dari paru-paru ke otak, sinus, jantung, ginjal, atau kulit. Penyakit ini menyerang orang dengan sistem kekebalan yang lemah akibat Covid-19, kemoterapi kanker, transplantasi sumsum tulang, atau penyakit sistem. Perlu diingat aspergillosis yang tidak diobati seringkali berakibat fatal.

Praktisi kesehatan menyarankan pasien harus waspada dengan memantau kadar glukosa darah dan melihat beberapa gejala seperti sakit mata, pembengkakan mata dan pipi, hidung tersumbat, nyeri pipi, dan keluarnya cairan abnormal dari hidung.

Berikut beberapa gejala aspergillosis yang sering muncul:

-Demam dan menggigil

-Batuk yang mengeluarkan darah (hemoptisis)

-Sesak napas

-Nyeri dada atau sendi

-Sakit kepala atau gejala mata

-Lesi kulit

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini