Di Tengah Covid-19, Ini 5 Alasan Kekebalan Kelompok Mungkin Tak Bisa Terjadi

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 481 2418115 di-tengah-covid-19-ini-5-alasan-kekebalan-kelompok-mungkin-tak-bisa-terjadi-0flDOIkpu6.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Pixabay)

4. Kekebalan sementara

Kekebalan yang ada kemungkinan tidak bertahan untuk selamanya. Saat ini, yang juga jadi pertanyaan besar adalah seberapa lama kekebalan yang tercipta dari orang-orang yang sudah divaksin bisa bertahan. Saat ini kondisi yang ada adalah, masih kurangnya data pasti soal menurunnya kekebaln.

Selain pentingnya untuk memahami berapa lama kekebalan berbasis vaksin bisa bertahan. Penting juga untuk diketahui, apakah suntikan booster sebagai penguat memang diperlukan rutin dari waktu ke waktu.

5. Vaksin kemungkinan mengubah perilaku manusia

Pasca-vaksinasi, semakin banyak orang yang sudah divaksin maka akan meningkat pula interaksi sesama manusia dan inilah yang akan mengubah peta kekebalan kelompok. Contohnya, sebelum mendapat vaksin Anda bertemu paling banyak hanya satu orang, dan sekarang dengan sudah divaksin Anda mau dan merasa bisa bertemu dengan sepuluh orang.

Faktor non-farmasi dinilai akan terus memainkan peran penting dalam menekan kasus infeksi. Mencapai kekebalan kelompok di masyarakat, intinya adalah memutus jalur penularan, membatasi kontak sosial dan melanjutkan kebiasaan protokol kesehatan seperti menggunakan masker disebutkan bisa berkontribusi untuk mengurangi penyebaran varian baru saat vaksin diluncurkan.

Stefan Flasche, epidemiolog vaksin di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengemukakan bahwa mencapai herd immunity tidak bisa hanya mengandalkan vaksin.

 “Mencapai kekebalan kelompok lewat vaksin saja akan menjadi hal agak tidak mungkin. Saatnya untuk lebih realistis. Vaksin ini memang perkembangan yang benar-benar menakjubkan, tetapi tidak mungkin dapat sepenuhnya menghentikan penyebaran virus, jadi kita perlu memikirkan cara bagaimana kita bisa hidup dengan virus,” kata Stefan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini