Antibodi Tinggi Tak Jamin Terlindungi dari Covid-19, Ini Penjelasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 01 Juni 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 481 2418387 antibodi-tinggi-tak-jamin-terlindungi-dari-covid-19-ini-penjelasannya-nj8JLPm97L.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Menjaga imunitas tubuh selama masa pandemi disebut sebagai cara paling efektif untuk menghindari Covid-19. Meski demikian, imunitas tubuh tidak serta merta ditentukan dari kadar antibodi yang dimiliki seseorang.

Sebagaimana diketahui, seseorang yang divaksin Covid-19 cenderung memiliki antibodi yang lebih tinggi. Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengatakan bahwa kadar antibodi yang tinggi bisa saja disebabkan oleh beberapa sel yang terstimulasi oleh vaksin.

Vaksinasi

“Ada yang namanya sel T, dan sel B, ini yang disebut dengan produsen antibodi. Bisa saja sel-sel ini terstimulasi oleh vaksin, dan kita belum ada yang tahu. Jadi tidak semudah itu menentukan orang imun atau tidak terhadap Covid-19,” ujar dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin 31 Mei 2021.

Baca Juga : Upacara Hari Lahir Pancasila, Presiden Jokowi Pakai Baju Adat Tanah Bumbu

Menurut dr. Fajri salah satu cara untuk menentukan seseorang imun atau tidak terhadap Covid-19 yakni dengan cara melakukan uji klinis. Nantinya uji klinis bisa menentukan, pada fase tertentu seseorang yang sudah disuntik, pada level tertentu akan mengurangi risiko untuk terpapar atau sakit Covid-19 yang bergejala.

“Pada kasus ini vaksin Sinovac belum terbukti dapat mencegah seseorang dapat tertular dari virus corona, jadi masih sangat bisa tertular walaupun sudah disuntik dua kali. Vaksin Sinovac berfungsi untuk mencegah seseorang ketika terserang Covid-19 maka tidak bertambah parah,” tuntasnya .

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini