Studi: 40% Pasien Anak Positif Covid-19 dengan Komorbid Parah Meninggal di Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 481 2420138 studi-40-pasien-anak-positif-covid-19-dengan-komorbid-parah-meninggal-di-indonesia-DXiMc0D7Hh.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PENELITI dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengungkapkan bahwa sebanyak 40 persen anak yang dinyatakan positif Covid-19 dengan komorbid gagal ginjal meninggal dunia.

Informasi ini diharapkan bisa menjadi kewaspadaan bagi para orangtua agar tidak menyepelekan penggunaan masker bagi si anak saat berada di luar rumah. Selain itu, studi ini menyiratkan pesan bahwa Covid-19 benar-benar dapat menyerang siapapun, termasuk anak-anak.

Diterangkan ketua penelitian, Dr.dr. Rismala Dewi, SpA(K), menjadi catatan penting studi ini adalah bahwa karakter anak di sini adalah mereka yang dinyatakan positif Covid-19 dengan pemeriksaan PCR Test SARS-CoV2 dan memiliki komorbid gagal ginjal.

anak sakit

"Jadi, angka 40% itu didapat dari total subjek penelitian ini sebanyak 490 pasien suspect dan probable, 50 anak atau sekitar 10 %-nya dinyatakan positif. Nah, dari 50 anak yang positif Covid-19 itu, ada 20 anak yang meninggal dunia dan diketahui memiliki komorbid penyakit parah," papar dr Rismala dalam webinar kesehatan yang diselenggarakan FKUI, Jumat (4/6/2021).

Baca Juga : 12 Kali Lebih Mungkin Meninggal, Kenapa Penyakit Komorbid Perburuk Covid-19?

Jadi, 20 anak yang meninggal dunia itu yang menjadi angka 40% dari hasil studi yang dilakukan sejak Maret hingga Oktober 2020. Studi yang dilakukan RSCM Universitas Indonesia dengan tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik anak dengan Covid-19 dengan outcome fatal di rumah sakit rujukan tersier di Indonesia itu pun telah dipublikasikan pada 12 April 2021 di Internasional Journal of Infectious Disease.

Menjadi catatan penting di sini bahwa kematian yang tercatat tersebut belum dapat dipastikan apakah tunggal akibat Covid-19 yang menyerang tubuh si anak atau memang karena adanya pengaruh penyakit parah yang sudah diderita si anak.

"Jadi, studi ini belum bisa menyimpulkan dengan pasti bahwa anak-anak pasien Covid-19 tersebut murni kematian akibat Covid-19 atau bukan," tambahnya.

Data lengkap dari 20 pasien Covid-19 anak itu diterangkan bahwa ada 4 anak dengan hanya memiliki 1 komorbid, sedangkan 16 anak lainnya melalui rekam medisnya diketahui memiliki komorbid lebih dari satu. "Dominan komorbidnya adalah gagal ginjal," tambah dr Rismala.

"Pekerjaan kami menyoroti tingkat kematian yang tinggi pada pasien anak dengan tes reaksi berantai polimerase SARS-CoV-2 positif. Temuan ini mungkin terkait atau bertepatan dengan infeksi Covid-19. Studi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran sindrom pernafasan akut parah coronavirus-2 dalam menguraikan mekanisme yang menyebabkan kematian pada anak-anak dengan komorbiditas," jelas para penulis dalam laporan studi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini