Berbagai Macam Kelainan Genital, Yuk Kenali Cirinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 05 Juni 2021 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 481 2420190 berbagai-macam-kelainan-genital-yuk-kenali-cirinya-80fp9Jr0gZ.jpg Bayi (Foto: Inst Oksana)

KASUS kelainan genital dan hipospadia karena bawaan lahir umumnya terjadi akibat pembentukan organ genitalia yang tidak sempurna selama bayi di dalam kandungan.

Proses pembentukan organ genitalia ini melibatkan banyak faktor, mulai dari faktor genetic (kromosom seks), gonad, hormon, hingga reseptor hormon.

Dokter Spesialis Urologi, Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U (K) mengatakan, kelainan bawaan genitalia merupakan kelainan yang cukup sering terjadi. Kejadian testis yang tidak turun (undescensus testis), terjadi pada 1persen kelahiran anak laki-laki. Kelainan genital pada anak laki-laki umumnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kelainan pada penis dan buah zakar.

 bayi laki-laki

Untuk kelainan pada penis, variasi kelainannya meliputi kulit penis menutupi lubang kencing (fimosis), ukuran penis kecil (mikropenis), penis tidak muncul (buried penis), serta lubang penis tidak pada tempatnya (hipospadia).

"Sedangkan kelainan pada buah zakar kasusnya seperti buah zakar yang tidak turun dan retraktil testis,” ujar dr. Irfan, dalam virtual media briefing Hipospadia dan Kelainan Genitalia belum lama ini.

Dalam kasus kulit penis menutupi lubang kencing atau fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir masih dianggap sebagai kasus normal sampai usia anak 3 tahun. Seiring perkembangan usia, pada 90 persen anak laki-laki dengan fimosis, lubang kencing tersebut akan terbuka dan terlihat.

Jika mengalami masalah ini, orangtua harus melakukan pemeriksaan genital anak.

“Namun jika pada fase tersebut timbul infeksi, sulit kencing, sampai membentuk balon gelembung saat anak buang air kecil, orangtua harus segera membawa anaknya ke dokter. Pengobatannya dengan cara memaparkan lubang kencing dari penempelan kulit penis dan memberikan salep. Jika upaya ini tidak efektif, perlu dilakukan sunat,” sambungnya.

Kasus lainnya yang menyerang alat kelamin adalah penis yang tenggelam (buried penis). Kasus tersebut biasanya diamati pada lapisan lemak perut bawah yang agak tebal, dekat kelamin. Pada kasus ini, penis tertarik masuk ke dalam perut. Orangtua biasanya menduga penis anaknya kecil, padahal sebenarnya tenggelam atau tertarik oleh jaringan di bawah kulit.

“Pengobatannya bisa dengan sunat, tetapi berbeda dengan sunat pada umumnya, karena memerlukan teknik rekonstruksi khusus dengan cara membebaskan bagian yang menarik penis agar lepas,” tambahnya.

Kasus lainnya adalah lubang kencing tidak berada di ujung penis (hipospadia), bisa sedikit di bawah ujung dari glans penis, di batang penis atau di daerah kantung zakar (skrotum). Adapun kelainan genital pada buah zakar ada dua jenis. Pertama, testisnya tidak turun (undescensus testis atau kriptorkismus). Sejak dalam kandungan, testis berada di dalam perut.

Seiring perjalanan waktu, testis akan turun ke dalam kantong menjelang minggu-minggu kelahiran. Jika prosesnya terganggu, testis akan tertahan di posisi yang tidak seharusnya. Kantong zakar kanan dan kiri berbeda kerena satu terisi dan satunya kosong.

“Sementara itu, pada retraktil testis, testis dapat naik turun, kadang berada di dalam kantong zakar, kadang naik. Kondisi itu biasanya membaik dengan sendirinya. Meski begitu, volume dan ukuran testis perlu dipantau setahun sekali. Dengan bertambahnya usia, diharapkan volume testis juga bertambah,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini