Peneliti Jerman Sebut Orang Pendek Lebih Mudah Terkena Diabetes Tipe 2

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 612 2420215 peneliti-jerman-sebut-orang-pendek-lebih-mudah-terkena-diabetes-tipe-2-L1nQGD9pLP.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEPERTI diketahui gaya hidup sangat memengaruhi risiko diabetes. Dengan gaya hidup tidak sehat, mereka yang memiliki tubuh terlalu gemuk atau obesitas memang cenderung memiliki risiko lebih besar terkena diabetes.

Nah, selain berat badan para ahli di Jerman menemukan fakta bahwa orang yang memiliki postur tubuh pendek, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2, dibandingkan orang yang memiliki postur tubuh tinggi.

Menurut para peneliti, peningkatan risiko diabetes pada orang yang memiliki postur tubuh lebih pendek, dikarenakan tingginya kadar lemak hati dan memiliki risiko kardio-metabolik yang kurang menguntungkan bagi seseorang berpostur tubuh pendek.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa orang yang berpostur tubuh pendek, mungkin memiliki tingkat faktor risiko kardio-metabolik yang lebih tinggi, dan juga memiliki risiko diabetes yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang berpostur tubuh tinggi," kata peneliti dari German Institute of Human Nutrition, seperti dilansir dari The Health Site.

Tinggi badan

Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan pengamatan pada lebih dari 2.500 responden pria dan wanita, dengan usia paruh baya dari populasi keseluruhan sekitar 26.000 orang, yang telah disesuaikan pada usia, gaya hidup, pendidikan, dan ukuran lingkar pinggang.

Menurut hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Diabetologia, bagi para responden pria dengan tinggi kisaran 170-180 cm, setiap lebih tinggi 10 cm tinggi, akan mengurangi risiko diabetes tipe 2 sekira 41 persen.

Sementara bagi para responden wanita, dengan kisaran 150-160 cm, setiap lebih ukuran 10 cm tinggi akan mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 33 persen. Tapi, responden juga disesuaikan dari segi usia, gaya hidup, pendidikan dan ukuran lingkar pinggang dari masing-masing responden.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa orang yang memiliki postur tubuh tinggi, akan memiliki peluang terkena diabetes tipe 2 lebih rendah daripada orang yang memiliki postur tubuh pendek.

Selain itu, ada hubungan risiko diabetes yang lebih tinggi antara ukuran lingkar pinggang dengan ukuran tinggi badan, terlepas dari apakah ukuran lingkar pinggang yang lebih besar disebabkan oleh pertumbuhan atau karena mengonsumsi terlalu banyak kalori.

"Dari hasil penelitian, kami juga menyarankan bahwa usaha untuk mengurangi risiko terkait diabetes, mungkin perlu diperhatikan pada faktor penentu pertumbuhan pada saat periode sensitif selama kehamilan, anak usia dini, pubertas, remaja, dan juga ditentukan dari jenis kelamin," jelas para ahli tersebut.

“Kami menemukan hubungan antara tinggi badan dengan risiko diabetes tipe-2 pada pria dan juga wanita, yang mana sebagian besar terkait dengan ukuran panjang kaki pada pria,” tulis hasil penelitian tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini