Pandemi, Belajar Online Bisa Tetap Jadi Alternatif Pendidikan Masa Depan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Sabtu 05 Juni 2021 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 612 2420340 pandemi-belajar-online-bisa-tetap-jadi-alternatif-pendidikan-masa-depan-x7lxRhRrl8.jpg Belajar online (Foto: Cafemom)

SAAT ini pemerintah gencar melakukan vaksinasi Covid-19 kepada para guru dan tenaga pendidikan. Ini dilakukan untuk membuka kembali belajar tatap muka sebab selama ini para siswa lebih banyak belajar online di tengah pandemi.

Namun sejatinya, di tengah pandemi Covid-19 belajar online memang bisa menjadi alternatif pendidikan masa depan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti.

“Sejak awal, bahkan sebelum pandemi, kami memang sudah menginisiasi model pembelajaran blended learning, yaitu metode yang menggabungkan pembelajaran online (dalam jaringan) dan pembelajaran offline atau tatap muka langsung. Kami melakukan keduanya," ujar Laksmi, Sabtu, (5/6/2021).

 belajar online

Menurut Laksmi, belajar online bisa sangat engaging, menyenangkan dan bermakna. Kuncinya ada pada kreativitas yang dibangun tenaga pengajar.

Semua pengajar memang harus mengembangkan kreativitas, agar peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka, baik dengan guru maupun teman-temannya.

“Pengajar menawarkan fleksibilitas. Kami percaya setiap anak punya kebutuhan yang berbeda, dan punya konteks belajar yang berbeda juga. Sebagai pendidik kami punya kewajiban merespons kebutuhan belajar anak, termasuk merespon konteks belajar yang ada di sekitar anak,” jelasnya.

Dia mengatakan, keberadaan sekolah berkualitas relatif masih terbatas, biasanya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Seringkali orangtua siswa merasakan bahwa sekolah yang mereka harapkan jauh dari tempat tinggalnya. Seandainya bisa diakses, sekolah itu kurang fleksibel, dan belum sampai tingkat mengukur kebutuhan anak, atau berpihak pada anak.

“Sejatinya kita harus bisa belajar dari mana saja. Pendidikan yang berkualitas harus merata dan bisa diakses semua anak di Indonesia. Berkat bantuan teknologi informasi, murid-murid kami bisa tersebar dari Aceh hingga Papua,” ujar Laksmi.

Kurikulum yang dipakai pun, lajut Laksmi, bisa tetap menggunakan Kurikulum Nasional. Namun dalam proses belajar-mengajar intinya harus banyak menggunakan berbagai pendekatan dan inovasi.

“Kami selalu merujuk riset-riset terbaru, misalnya tentang manajemen kelas maupun pedagogi. Kami punya tim kurikulum yang rutin melakukan kajian tentang metode pembelajaran, sebelum akhirnya melibatkan guru-guru untuk berdiskusi,” kata Laksmi.

 Makanya belajar online memang harus menjadi bagian yang tak terpisah dari pendidikan di masa depan.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi (Kak Seto) mengajak para orangtua dan guru memastikan anak-anak bisa belajar online dengan gembira di tengah pandemi Covid-19.

Intinya, lanjut Kak Seto, orangtua saat mendampingi anak belajar online maka sebaiknya memberikan pembelajaran dengan cara berdiskusi kepada anak. Jadi anak tak melulu menatap layar handphone atau laptop di rumah.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini