Bolehkah Anak dengan Penyakit Komorbid Sekolah Tatap Muka?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 481 2421311 bolehkah-anak-dengan-penyakit-komorbid-sekolah-tatap-muka-E4E9ja2zE1.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

MENTERI Nadiem Makarim merencanakan sekolah tatap muka dimulai pada tahun ajaran baru 2021/2021 Juli mendatang. Keputusan ini mengingat guru sudah menjadi kelompok prioritas penerima vaksinasi Covid-19.

Hasil survei yang dihimpun maupun dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menyebutkan juga bahwa mayoritas peserta didik dan orangtua sudah ingin kegiatan sekolah tatap muka.

Meski begitu, Menteri Nadiem menegaskan bahwa orangtua memegang hak mutlak atas anaknya untuk sekolah tatap muka atau tidak. Dengan begitu, tidak boleh pihak sekolah memaksa orangtua murid yang tidak mengizinkan anaknya sekolah tatap muka.

Anak Sekolah Tatap Muka

Nah, di sisi lain, anak dengan penyakit komorbid bagaimana nasibnya? Apakah mereka memungkinkan untuk sekolah tatap muka juga?

Baca Juga : Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Ini Saran Guru Besar FKUI

Menurut Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur, dr Tuty Mariana, Sp.A, keputusan membolehkan anak kembali ke sekolah bergantung pada situasi penularan Covid-19 di lingkungan terkait, kesiapan sekolah dalam memberikan perlindungan, dan kesehatan anak itu sendiri.

"Artinya, bila ada masalah kesehatan yang membuat si anak lebih rentan terhadap penularan Covid-19 di sekolah, orangtua sebaiknya memilih pembelajaran daring dulu," kata dr Tuty.

Baca Juga : Raisa Ultah Ke-31, Intip Potret Cantiknya Pakai Korset ala Victorian Style

Namun, penyakit penyerta itu sendiri pada umumnya tidak ada atau belum muncul pada anak usia sekolah. Komorbid lebih banyak didapati pada orang dewasa, termasuk orangtua siswa. Itu sebabnya, kata dr Tuty, keputusan membuka kembali sekolah di tengah pandemi membutuhkan peran serta semua pemangku kepentingan.

"Orangtua dan masyarakat umum wajib terus mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan pada anak-anak siswa sekolah. Sebab, anak pun bisa terinfeksi virus di rumah atau di jalan saat perjalanan pergi atau pulang sekolah," katanya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini