Guru Punya Penyakit Komorbid, Tetap Ngajar Tatap Muka atau Daring?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 481 2421317 guru-punya-penyakit-komorbid-tetap-ngajar-tatap-muka-atau-daring-p19mzoXhjG.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

SEKOLAH Tatap Muka bukan hanya menyoal anak muridnya, melainkan gurunya juga. Kondisi kesehatan para guru pun perlu mendapat perhatian.

Salah satunya soal guru yang memiliki penyakit komorbid. Apakah mereka yang seperti itu tetap harus pergi mengajar ke sekolah tatap muka?

Hal semacam ini tidak boleh luput dari perhatian. Sebab, orang dengan penyakit komorbid adalah kelompok rentan terpapar Covid-19. Karena itu, Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur dr Tuty Mariana, Sp.A, menyarankan agar guru dengan penyakit komorbid tidak menyelenggarakan sekolah tatap muka.

Guru

"Orang dewasa berusia 60 tahun ke atas dan masyarakat yang memiliki penyakit komorbid lebih berisiko sakit parah dan meninggal ketika terinfeksi Covid-19. Maka dari itu, aturan pembukaan kembali sekolah mesti mengacu pada data tersebut," ujar dr Tuty.

Baca Juga : Raisa Ultah Ke-31, Intip Potret Cantiknya Pakai Korset ala Victorian Style

"Panduan dari pemerintah menyatakan guru dan staf bisa kembali ke sekolah asalkan sehat. Adapun bila ada penyakit komorbid, mesti dipastikan bahwa penyakit itu dalam kondisi terkendali," tambahnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Menaldi Rasmin pun menyatakan bahwa sekolah tatap muka sebaiknya tidak menjadi kewajiban, mengingat peta virus Covid-19 sampai saat ini belum jelas. "Selama peta virusnya belum jelas, ada baiknya sekolah daring saja," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini