Dokter Anak Ungkap 4 Skema Aman Sekolah Tatap Muka

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 481 2421354 dokter-anak-ungkap-4-skema-aman-sekolah-tatap-muka-b1MBNnGzLc.jpg Sekolah tatap muka. (Foto: Haryudi/Sindo)

MEMASTIKAN sekolah tatap muka berjalan aman bukan hanya tugas Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, tetapi juga ada peran pihak sekolah, lingkungan sekitar sekolah, orangtua, maupun si anak itu sendiri. Bahkan, ahli kesehatan pun terlibat dalam rencana ini.

Ya, lewat para ahli kesehatan, praktik sekolah tatap muka yang aman bisa diprediksi dengan beberapa upaya skema terbaik mencegah anak murid maupun guru tidak terpapar covid-19.

Baca juga: Menerka Potensi Munculnya Klaster Sekolah, Anak Rentan Terpapar Covid-19? 

Dokter spesialis anak Ria Yoanita SpA menjelaskan ada beberapa poin ketika membahas skema aman sekolah tatap muka. Salah satunya soal jarak aman antarmurid di dalam kelas maupun di luar kelas.

"Ada baiknya jarak antaranak 1,5 meter di dalam kelas. Tak hanya itu, kapasitas murid di dalam kelas berisi maksimal 18 peserta didik. Khusus bagi sekolah luar biasa dan pendidikan anak usia dini, maksimal peserta didik 5 orang per kelas," ungkap dr Ria, seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Ini Saran Guru Besar FKUI 

Secara lebih lengkap, ia memberikan skema aman sekolah tatap muka, yakni:

1. Jarak antaranak 1,5; meter baik saat duduk, berdiri, maupun antre.

2. Memberikan tanda jaga jarak di ruang-ruang sekolah.

3. Sirkulasi udara di kelas harus memadai. Bila tidak memadai, pembelajaran tatap muka dilangsungkan di ruang terbuka di area sekolah.

4. Membuat pengaturan lalu lintas satu arah di lorong atau koridor dan tangga. Bila tidak memungkinkan, harus ada tanda pemisah dan penanda arah jalur.

Tidak cukup itu saja, dr Ria mengatakan bahwa penghuni sekolah juga mesti senantiasa menjaga kebersihan selama di sekolah, salah satu caranya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Guna membantu penerapan PBHS yang ideal, menurut dr Ria, sekolah harus menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan seperti, toilet bersih dan layak, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, disinfektan.

Baca juga: Jokowi Ingin Sekolah Tatap Muka Dijalankan Ekstrahati-hati 

"Sekolah juga harus memiliki satuan tugas penanganan covid-19 dengan berbagai tim di dalamnya. Tim ini berfungsi memastikan kebijakan dan infrastruktur guna mencegah penularan covid-19 di lingkungan sekolah," jelas dr Ria.

Penyusunan kebijakan dan penyediaan infrastruktur bisa berpedoman pada surat keputusan bersama empat menteri serta satuan tugas penanganan covid-19.

"Infrastruktur dalam hal ini termasuk tempat cuci tangan atau hand sanitizer, thermo gun untuk mengecek suhu tubuh, ruangan dengan sirkulasi udara memadai, penanda jaga jarak di bangku dan lorong-lorong, serta ruangan isolasi bagi warga sekolah dengan gejala Covid-19. Adapun kebijakan yang dimaksud mencakup aturan screening, penegakan protokol kesehatan, hingga tata cara ketika ada penghuni sekolah yang memerlukan penanganan karena sakit," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini