Umur Berapa Anak Mulai Bisa Jatuh Cinta?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 08 Juni 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 612 2421992 umur-berapa-anak-mulai-bisa-jatuh-cinta-tKFduASbpp.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang tidak sadar kapan mereka mulai jatuh cinta, sampai semua sudah terjadi dan Anda mengalaminya. Tapi, pernahkah Anda berpikir mulai usia berapa seseorang bisa merasakan jatuh cinta?

Sebelumnya, kita harus mengetahui bahwa cinta adalah salah satu bentuk rasa yang dimiliki manusia. Memang, ada beberapa orang yang menganggap mengutarakan cinta atau mengekspresikan cinta adalah sesuatu yang absurd. Bentuk cinta pun tidak hanya pada pasangan lawan jenis, tapi juga cinta kepada keluarga.

Tapi, ketika kita bicara mengenai kapan pertama kali manusia mampu merasakan cinta, Dokter Spesialis Kejiwaan Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr Anggia Hapsari, Sp.KJ (K), menjelaskan bahwa itu terjadi saat usia anak 2 hingga 6 tahun.

"Anak-anak pra sekolah yakni kira-kira 2 hingga 6 tahun, sudah dapat merasakan cinta dan mempunyai kemampuan untuk menjadi anak yang penuh kasih sayang, dapat merasakan anak lain yang sedang sedih, dan mulai merasa bersimpati, ingin menolong," katanya pada MNC Portal, Selasa (8/6/2021).

Anak-Anak

Di usia tersebut, anak hanya mampu mengekspresikan satu emosi dalam satu waktu, dan belum dapat memadukan emosi atau perasaan dari hal-hal yang membingungkan.

Lalu, apa yang terjadi sebelum usia 2-6 tahun? Apa yang dirasakan anak-anak usia tersebut? Pada usia bayi, kata dr Anggia, itu adalah fase penuh ketergantungan. Di fase tersebut, penting bagi orangtua untuk menekankan emosi positif.

"Pada semua usia, kuatnya emosi positif merupakan dasar untuk penyesuaian yang baik. Bayi yang mengalami lebih banyak emosi senang meletakkan dasar-dasar untuk penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial yang baik, juga untuk pola-pola perilaku yang akan menimbulkan kebahagiaan," papar dr Anggia.

Dia melanjutkan, pada anak usia sekolah sekitar 6 hingga 12 tahun, kemampuan kognitif mereka mulai berkembang, sehingga kemampuan untuk dapat mengekspresikan emosinya lebih bervariasi dan terkadang dapat mengekspresikan secara bersamaan dua bentuk emosi yang berbeda, bahkan bertolak belakang.

"Di usia ini, anak mulai mengetahui kapan harus mengontrol ekspresi emosi sebagaimana juga mereka menguasai keterampilan regulasi perilaku yang memungkinkan mereka menyembunyikan emosinya dengan cara yang sesuai dengan aturan sosial," papar dr Anggia.

Nah, ketika anak berusia 12 tahun ke atas, situasinya pun berbeda dari sebelum-sebelumnya. Di usia ini, anak-anak sudah mampu menganalisis dan mengevaluasi cara mereka merasakan atau memikirkan sesuatu.

"Begitu juga terhadap orang lain, anak yang hampir memasuki masa remaja ini sudah dapat merasakan bentuk empati yang lebih dalam," terangnya.

"Perbedaan dalam perkembangan emosi membutuhkan perhatian khusus agar anak memiliki kemampuan meregulasi emosi mereka dengan tepat," sambung dr Anggia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini