6 Negara Belum Miliki Vaksin Covid-19, Negara Mana yang Paling Banyak Divaksin?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 08 Juni 2021 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 612 2422084 6-negara-belum-miliki-vaksin-covid-19-negara-mana-yang-paling-banyak-divaksin-fUfowSTb9Q.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

VAKSIN merupakan satu-satunya solusi dari dunia medis untuk menghambat persebaran virus Covid-19. Sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Selain karena masalah kesehatan, masalah paling utama adalah jumlah vaksin Covid-19 yang tidak bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat di dunia.

Immunization Officer WHO Indonesia, dr. Olivi Silalahi, MSc, menjelaskan bahwa hingga 7 Juni 2021 sebanyak 2,3 miliar penduduk di seluruh dunia telah mendapatkan vaksin Covid-19. Dari 2,3 miliar tersebut, sebanyak 800 juta penduduk dunia sudah mendapatkan minimal satu dosis vaksin.

Selain itu WHO juga melaporkan hingga 7 Juni 2021 sudah banyak juga kasus konfirmasi Covid-19 yakni mencapai 173 juta kasus dengan 3,7 juta kematian. Alhasil masalah Covid-19 ini juga menjadi beban dunia.

“Saat ini WHO belum berhasil memberikan vaksin secara merata ke banyak negara. Kalau melihat data, ternyata negara di Afrika memiliki rate vaksinasi yang paling rendah sekira 2 orang per 100 penduduk," terang dr. Olivi, dalam Dialog Perkembangan Vaksin di Indonesia, Selasa (8/6/2021).

"Kalau dibandingkan dengan negara di Amerika Utara, mereka telah berhasil memvaksinasi sekira 62 orang per 100 penduduk,” tambah dia.

Mirisnya, saat ini ada enam negara di dunia yang sama sekali belum memulai vaksinasi Covid-19. Oleh sebab itu Director general WHO, dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus pada 28 Mei 2021 memanggil seluruh pemimpin dunia untuk bersama-sama mendorong vaksinasi Covid-19. Tujuannya agar bisa menjangkau seluruh negara dan masyarakat terutama kelompok prioritas.

“Targetnya minimal 10 persen populasi di setiap negara pada September 2021 mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan minimal 30 persen penduduk suatu negara untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada Desember 2021. Sehingga ini akan terus kita dorong dan semoga Indonesia bisa mencapai target ini,” sambung dr. Olivi.

Lebih lanjut, Olivi menjelaskan bahwa saat ini WHO mengutamakan dalam pemberian guidence, evidence, dan juga technic assistant untuk mengembangkan dan juga mendampingi negara dalam merumuskan road map. Sehingga setiap negara bisa mengembangkan perencanaan yang baik untuk vaksinasi Covid-19 terutama menargetkan kelompok prioritas.

“WHO bekerja sama dengan COVAX Facility yang tugasnya memastikan distribusi vaksin ke seluruh dunia merata. Ini terus kita kembangkan bersama international partner. WHO juga mendukung pengembangan vaksin agar bisa memenuhi kebutuhan semua negara,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini