Begini Cara Membedakan Kain Jumputan Asli dan Imitasi

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 194 2422257 begini-cara-membedakan-kain-jumputan-asli-dan-imitasi-U4Pi9Gto61.jpg Kain jumputan. (Foto: Instagram @jejakaisyah)

INDONESIA memiliki banyak jenis kain cantik dari masing-masing daerah. Salah satunya adalah kain jumputan dari Palembang, Sumatera Selatan. Kain ini kerap dipakai dalam acara-acara sakral, seperti siraman, pesta pernikahan dan lainnya.

Beberapa figur publik seperti Kahiyang Ayu, Aurel Hermansyah, hingga Aliya Yudhoyono menggunakan kain ini di hari bahagianya. Akan tetapi, sebagian orang kerap bingung membedakan mana kain jumputan yang asli dan imitasi.

Baca juga: Batik Mega Mendung, Percampuran Budaya yang Memiliki Makna Mendalam 

Terkait hal ini, salah seorang pengusaha fesyen tradisional Angel Eva Christine mengatakan bisa dilihat secara mata telanjang untuk membedakan kain jumputan asli dan imitasi.

Ia mengatakan, kain jumputan yang asli terdapat lubang-lubang karena langsung ditenun oleh tangan para perajin.

"Kalau yang asli banyak lubangnya. Ini bukan reject, tapi menandakan asli," kata Angel saat berbincang dengan MNC Portal, Selasa 8 Juni 2021.

Kain jumputan. (Foto: Instagram @jejakaisyah)

Dia melanjutkan, kain jumputan yang cantik dan asli dibuat lewat proses yang rumit. Sayangnya, jenis kain ini kurang dikenal masyarakat.

"Yang membuat saya tergerak, kain jumputan itu cantik, tapi masih kalah (terkenal) dari jenis kain lain seperti songket atau batik," kata Founder Jejak Aisyah ini.

Menurut dia, padahal banyak perajin lokal di Palembang yang menggantungkan hidup dari membuat kain jumputan. Ditambah lagi di masa pandemi covid-19, para perajin kain jumputan membutuhkan dukungan yang lebih.

Kain jumputan sepanjang 3 meter dibutuhkan waktu sedikitnya selama 7 hari. Ditenun perlahan menggunakan tangan agar hasilnya cantik dan memperlihatkan keasliannya.

Baca juga: Setelah Christian Dior, Kini Louis Vuitton Inginkan Kain Tradisional Indonesia 

Angel mengungkapkan, membuat kain jumputan tidaklah mudah, butuh kemampuan yang telaten supaya menghasilkan kain berkualitas.

"Effort yang dikeluarkan untuk membuat selembar kain jumputan tidak sebanding dengan apa yang mereka terima, karena tidak banyak yang tahu dan mengapresiasi," terangnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini