Survei Nasional: 2 dari 3 Anak Indonesia Pernah Alami Kekerasan

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 612 2422287 survei-nasional-2-dari-3-anak-indonesia-pernah-alami-kekerasan-Vq9y1gtNvA.jpg Ilustrasi anak-anak. (Foto: Pressfoto/Freepik)

ANAK-anak merupakan kelompok usia penting bagi suatu bangsa. Sebab, anak-anaklah yang menjadi generasi penerus. Maka itu, faktor kesejahteraan anak menjadi hal yang sangat penting.

Ini bukan hanya soal kesejahteraan fisik anak, tapi juga secara emosional. Tapi mirisnya, kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Baca juga: Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat 5 Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19 

Berdasarkan data yang dipaparkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga di Rapat Koordinasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), Selasa 8 Juni 2021, hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2018 menyatakan 2 dari 3 anak Indonesia berusia 13 sampai 17 tahun mengaku pernah mengalami kekerasan.

Secara spesifik, untuk kekerasan seksual nyatanya 1 dari 17 anak dan remaja pria menjadi korban dari kekerasan seksual. Sementara untuk perempuan, 1 dari 11 anak dan remaja perempuan.

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

Untuk kekerasan secara emosional, tercatat 1 dari 2 anak dan remaja laki-laki. Kemudian 3 dari 5 anak dan remaja perempuan pernah mengalami kekerasan emosional.

Terakhir dalam hal kekerasan fisik diketahui 1 dari 3 anak dan remaja pria. Lalu 1 dari 5 anak dan remaja perempuan menjadi korban tindak kekerasan fisik.

Baca juga: Orangtua Bunuh Anak karena Susah Diajari Belajar Online, Stres Efek Pandemi? 

Senada dengan hasil survei tersebut, menurut survei yang dilakukan PLAN International Indonesia pada 2020 dari 500 responden perempuan Indonesia dengan rentang usia 16 sampai 25 tahun, sebanyak 32 persen mengaku pernah mengalami kekerasan berbasis gender online (KBGO) di media sosial.

Sementara sebanyak 56 persen koresponden mengaku pernah melihat anak dan remaja perempuan lainnya mengalami kekerasan berbasis gender online.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini