Kontroversi Hati Ayam untuk MPASI, Apa Kata Dokter Gizi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 612 2422570 kontroversi-hati-ayam-untuk-mpasi-apa-kata-dokter-gizi-o2LTpd4LWN.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK bayi dan balita memang membutuhkan banyak asupan nutrisi dan zat besi untuk perkembangan tubuhnya. Oleh karena itu, banyak yang memilih hati ayam sebagai Makanan Pengganti ASI atau biasa disebut MPASI.

Tapi, beberapa waktu silam ada dokter mengatakan bahwa hati ayam sebaiknya tidak diberikan ke bayi, karena mengandung bahan-bahan tak sehat. Ucapannya itu pun dilontarkan di salah satu saluran televisi nasional.

Menurut si Dokter, hati ayam memiliki kolesterol tinggi, selain itu hati ayam mengandung zat yang berbahaya dan jelek, dimakan oleh hewan tersebut, diolah di dalam hati.

Lantas, bagaimana dokter gizi menilai hati ayam dalam menu MPASI ini? Benarkah hati ayam berbahaya jika diberikan ke bayi?

MPASI

Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Tangerang, dr Yohan SpGK, hati ayam sudah lama digunakan masyarakat Indonesia sebagai variasi menu MPASI karena merupakan salah satu sumber zat besi yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Hati ayam jadi salah satu menu MPASI karena tidak hanya zat besi jenis heme-iron yang siap diserap tubuh, hati ayam juga tinggi vitamin A, folat dan vitamin B12. Itu kenapa hati ayam banyak dijadikan MPASI karena memang baik untuk bayi," katanya pada MNC Portal, Rabu (9/6/2021).

Zat besi sendiri, adalah mikronutrien penting komponen sel darah merah yang berguna untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh terutama otak.

"Sehingga jika terjadi anemia pada anak karena kekurangan zat besi, maka anak tidak hanya menjadi lemah, lesu, tidak nafsu makan, berat badan anak tidak naik, mudah terserang penyakit namun juga terjadi gangguan konsentrasi, daya berpikir dan penurunan prestasi," tambahnya.

Dokter Yohan melanjutkan, mulai usia di atas 6 bulan, kebutuhan zat besi pada anak melonjak tinggi yaitu sekitar 11 mg/hari untuk anak usia 6-12 bulan, dan 7 mg/hari untuk anak usia 1-3 tahun. Jadi, perlu dipenuhi dengan MPASI kaya zat besi salah satunya dengan hati ayam.

"Dari berbagai sumber zat besi, hati ayam termasuk yang paling tinggi kandungan zat besinya, karena setiap 75 gram hati ayam mengandung 9,2 mg zat besi, sedangkan hati sapi hanya 4,8 mg dan daging sapi hanya 2,4 mg," ujarnya.

Memang hati ayam termasuk jeroan yang mengandung kolesterol tinggi sehingga orang dewasa perlu membatasi konsumsinya. "Namun pada anak, kandungan kolesterolnya ini dapat dimetabolisme dengan baik sehingga sangat direkomendasikan sebagai salah satu variasi sumber gizi pada MPASI," terang dr Yohan.

"Harap diingat, makanan yang baik untuk perkembangan anak, belum tentu menyehatkan untuk orang dewasa, dan begitu pula sebaliknya," pesan dr Yohan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini