Mengenal Tonic Immobility, Alasan Korban Pelecehan Seksual Tak Bisa Teriak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 612 2422594 mengenal-tonic-immobility-alasan-korban-pelecehan-seksual-tak-bisa-teriak-4Gfn1bbI3x.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Kondisi ini berbeda dengan yang dinamakan 'Disosiasi', yang mana mereka mungkin terputus dari lingkungan dan tubuh mereka, tetapi ini tidak berarti mereka berada dalam keadaan Tonic Immobility.

Lebih lanjut, dalam laporan studi berjudul 'Tonic Immobility during sexual assault - a common reaction predicting post-traumatic stress disorder and severe depression', dijelaskan di sana bahwa seseorang yang mendapat pelecehan seksual kebanyakan mengalami Tonic Immobility.

"Dari 298 perempuan yang diteliti, 70% dari mereka melaporkan mengalami Tonic Immobility dan 48% melaporkan mengalami Tonic Immobility yang sangat ekstrem saat dilecehkan," laporan studi yang diterbitkan di jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica (AOGS).

Dijelaskan bahwa Tonic Immobility dikaitkan dengan perkembangan post-traumatic stress disorder (PTSD) dan depresi berat pada 6 bulan. "Selanjutnya, riwayat trauma sebelumnya dan riwayat pengobatan psikiatri dikaitkan dengan respon Toic Immobility," tambah laporan studi yang dipublis 2017.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini