Pengakuan Korban Pemerkosaan: Butuh 14 Tahun untuk Berani 'Speak Up'

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 612 2422645 pengakuan-korban-pemerkosaan-butuh-14-tahun-untuk-berani-speak-up-IEzZfD2D5G.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

KORBAN pemerkosaan bernama Alison Turkos bercerita kalau dirinya mengalami pelecehan seksual tersebut pada usia 16 tahun di perayaan kelulusan temannya. Namun, dia baru bisa menceritakan semuanya saat usianya 30 tahun.

Ya, butuh waktu yang panjang sampai akhirnya Turkos berani membuka kembali memori kelam tersebut. Bukan hal mudah bagi para korban pelecehan seksual untuk 'speak up' mengenai apa yang dia alami. Dan jangan Anda menyalahkan hal tersebut!

"Seorang pria berusia 19 tahun masuk ke ruangan di mana saya sedang tertidur di sana. Tiba-tiba saja mulut saya disekap dengan tangannya. Itu adalah pelecehan seksual pertama yang saya alami," katanya dilansir dari ABC News.

Pelecehan Seksual

Baca Juga : Kasus Gofar Hilman Jadi Sorotan, 7 Tindakan Ini Ternyata Termasuk Pelecehan Seksual

Luar biasanya, di pagi hari, saat dirinya siap untuk pulang teman-teman Turkos malah memberi tepuk tangan yang sangat riuh atas apa yang terjadi tadi malam. Padahal, bagi Turkos itu adalah mimpi buruk. Saat ayahnya menjemput, tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Turkos.

"Saya masuk ke mobil dan setelah pintu tertutup, saya ingat berpikir pada diri sendiri; Saya enggak akan pernah beri tahu siapapun apa yang terjadi malam tadi. Saya merasa sangat kotor, saya sangat jijik dengan diri saya sendiri, saya merasa itu semua salah saya," katanya.

"Di saat itu, saya tak tahu apa banyak mengenai tindakan pemerkosaan dan persetujuan. Saya tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu. Saya benar-benar polos," sambungnya.

Pemerkosaan kedua terjadi. Ya, Turkos diperkosa lagi di usianya ke-18 saat minggu pertama di masa perkuliahannya. Begitu berat beban yang dipikul Turkos di masa itu.

"Saya tidak pernah memberi tahu orangtua saya akhirnya saya beritahu semua saat usia saya 30 tahun sekarang. Saya tak pernah beri tahu mereka apa yang terjadi di SMA maupun kuliah," ungkap Turkos.

Apa yang membuat Turkos begitu berat menceritakan pengalaman pahit tersebut?

Turkos mengaku kalau dirinya memiliki pikiran bahwa dia ingin dilihat sebagai anak yang sempurna di mata kedua orangtuanya. "Nah, kejadian pemerkosaan sebanyak dua kali adalah hal yang saya pikir tidak cocok dengan definisi anak membanggakan orangtua. Jadi, saya sembumyikan selama itu," kata Turkos.

Pelecehan Seksual

Ia melanjutkan, para korban pemerkosaan sering sekali disalahkan terlebih mereka yang memilih untuk diam saja tanpa melawan. Bagi Turkos, itu adalah pernyataan yang sangat menyakiti dirinya.

"Kami sering disalahkan; Mengapa Anda tak maju? Mengapa Anda tidak beri tahu seseorang? Mengapa Anda memberi tahu tapi tidak dengan cara ini? Pernyataan itu malah membuat kami jatuh kembali ke dalam narasi 'korban yang sempurna' yang mana seharusnya korban melakukan sesuatu yang dikehendaki. Beginilah seharusnya....," katanya.

"Tidak ada alasan kenapa seseorang diperkosa, tidak ada satu cara untuk selamat dari pemerkosaan, tidak ada cara terbaik untuk melaporkan pemerkosaan, dan tidak ada waktu yang ideal untuk melaporkan. Kami para korban sudah melakukan yang terbaik dan itu tidak ada yang perlu disalahkan," tegas Turkos.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini