Kenali 4 Bentuk Pelecehan Seksual di Internet, Apa Saja?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 612 2423024 kenali-4-bentuk-pelecehan-seksual-di-internet-apa-saja-QkqEWh5QKK.jpg Ilustrasi pelecehan seksual di internet. (Foto: Shutterstock)

PELECEHAN seksual belakangan kembali ramai diperbincangkan. Hal ini bermula dari pemberitaan tentang Gofar Hilman, presenter dan penyiar radio, yang dituding melakukan tindakan dugaan pelecehan seksual pada 2018.

Kejadian tersebut diungkap oleh akun Twitter @quweenjojo yang mengaku sebagai korban. Dia menyatakan dugaan pelecehan seksual ini berlangsung di sebuah acara di Kota Malang, Jawa Timur. Saat itu Gofar Hilman menjadi bintang tamu.

Baca juga: 10 Bentuk Pelecehan Seksual di Kantor, Kerap Terjadi Jarang Disadari 

Tidak lama dari pengungkapan kronologi oleh akun tersebut, Gofar Hilman langsung buka suara. "Di sini gue minta maaf kepada semua pihak yang tidak nyaman ketika gue rangkul, salah gue tidak meminta konsen akan rangkulan itu," kata Gofar Hilman di akun Twitter-nya.

Dia sekaligus juga membantah tuduhan pelecehan seksual yang ditulis pemilik akun tersebut. Kejadian ini pun sontak ramai dibahas di media sosial sejak Rabu 9 Juni 2021.

Ilustrasi pelecehan seksual.

Terlepas dari kasus tersebut, pelecehan seksual memang masih sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Pelecehan seksual tidak hanya terjadi dalam sebuah acara dan di tempat keramaian, melainkan bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja.

Bahkan, pelecehan seksual dapat terjadi di internet dan platform digital apa pun, termasuk media sosial internet. Seperti dilansir laman Childnet, Kamis (10/6/2021), pelecehan seksual secara online adalah perilaku seksual yang tidak diinginkan di platform digital apa pun.

Pelecehan seksual di internet ini mencakup berbagai perilaku yang menggunakan teknologi untuk berbagi konten digital seperti gambar, video, posting-an, pesan, halaman, dan sebagainya di berbagai platform yang berbeda, baik bersifat pribadi atau publik.

Baca juga: Pengakuan Korban Pemerkosaan: Butuh 14 Tahun untuk Berani 'Speak Up' 

Pelecehan seksual secara online telah dikategorikan dalam empat jenis utama. Berikut bentuk-bentuk pelecehan seksual di internet:

1. Berbagi gambar atau video porno tanpa persetujuan

Bentuk pelecehan seksual di internet yang pertama adalah berbagi gambar atau video porno tanpa consent atau persetujuan si penerima dan orang yang ada di dalam video atau gambar tersebut. Konten yang dikirim mencakup gambar atau video seksual yang diambil tanpa persetujuan, gambar atau video seksual yang diambil secara suka sama suka tetapi dibagikan tanpa persetujuan atau revenge porn.

Kemudian tindakan seksual non-konsensual seperti pemerkosaan yang direkam secara digital dan berpotensi disebarkan.

2. Eksploitasi dan pengancaman

Bentuk pelecehan seksual lainnya adalah ancaman seksual, di mana korban dipaksa berpartisipasi dalam perilaku seksual online, atau diperas dengan konten seksual. Misalnya, melecehkan atau memaksa seseorang untuk membagikan gambar seksual diri mereka secara online, mengancam mempublikasikan konten seksual baik gambar, video, rumor, untuk mengancam, memaksa, atau memeras seseorang.

Kemudian memberikan ancaman online yang bersifat seksual, seperti ancaman pemerkosaan. Lalu menghasut orang lain secara online untuk melakukan kekerasan seksual, dan menghasut seseorang untuk berpartisipasi dalam perilaku seksual serta membagikan buktinya.

Baca juga: Korban Unggah Bukti Video, Sebut Gofar Hilman Mabuk saat Pelecehan Terjadi 

3. Penindasan seksual

Bentuk pelecehan seksual secara online adalah penindasan seksual. Contohnya yakni ketika membagikan gosip atau desas-desus tentang perilaku seksual yang diposting online baik menyebut nama seseorang secara langsung maupun tidak langsung. Kemudian berkomentar secara online menggunakan bahasa berbau seksual yang menyinggung atau diskriminatif dan mendapatkan penindasan karena jenis kelamin atau orientasi seksual.

4. Komentar bernuansa seksual

Bentuk pelecehan seksual yang sering ditemui adalah menerima permintaan, komentar, dan konten seksual yang tidak diinginkan. Ini mencakup komentar seksual yang tidak senonoh pada foto atau video, mengirim konten seksual seseorang tanpa persetujuan penerima, rayuan seksual yang tidak diinginkan, mengirim lelucon berbau seks yang tak pantas, hingga mengubah gambar seseorang untuk menjadikannya seksual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini