Waspada! Kenali Pelecehan Seksual secara Verbal, Apa Saja Sih?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 612 2423253 waspada-kenali-pelecehan-seksual-secara-verbal-apa-saja-sih-8pS2iQ2ONW.jpg Pelecehan verbal (Foto: Fairy Godboss)

Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memasukkan pelecehan seksual sebagai satu dari 15 bentuk kekerasan seksual. Pelecehan seksual sampai saat ini masih seringkali terjadi di kehidupan sehari-hari.

Pelecehan seksual dapat terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Bentuknya pun banyak dan beragam, sehingga tak jarang, perilaku melecehkan secara seksual tidak disadari oleh korban maupun pelaku.

mengalami pelecehan 

Psikolog Klinis Meity Arianty mengatakan, pelecehan seksual memiliki banyak bentuk. Bisa berupa ucapan, tulisan, simbol, isyarat dan tindakan yang berkonotasi seksual.

“Pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku yang berkonotasi seksual, dilakukan secara sepihak dan tidak dikehendaki oleh korban,” kata Meity baru-baru ini.

Dia menjelaskan, aktivitas yang konotasinya seksual, bisa dianggap pelecehan seksual jika mengandung adanya pemaksaan kehendak sepihak oleh pelaku, kejadian ditentukan oleh motivasi pelaku, kejadian tidak diinginkan korban, dan kejadian tersebut mengakibatkan penderitaan pada korban.

Pelecehan seksual juga dapat terjadi secara verbal. Tak jarang, hal ini tidak disadari, karena masih ada sebagian orang yang menganggap tindakan tersebut lumrah. Padahal, itu adalah bentuk dari pelecehan seksual.

Apa saja? Berikut contoh-contoh pelecehan seksual secara verbal, seperti dilansir dari Traliant, Kamis (10/6/2021).

-Melontarkan lelucon mesum

-Melontarkan komentar seksis

-Meminta bantuan seksual

-Membahas kehidupan seks dan fantasi seseorang tanpa consent

-Membuat panggilan dan suara bernada mesum atau cabul

-Memanggil seseorang dengan sebutan ‘sayang’, ‘honey’, ‘bayi’ atau pujian dan rayuan yang tidak dikehendaki oleh korban

-Memaksa untuk berkencan saat orang tersebut jelas-jelas tidak tertarik

-Berbohong atau menyebarkan desas-desus tentang kehidupan seks seseorang

-Siulan yang bersifat merayu dan membuat seseorang tidak nyaman (catcalling)

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini