India Stop Penggunaan Ivermectin dari Daftar Obat Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 481 2423448 india-stop-penggunaan-ivermectin-dari-daftar-obat-covid-19-oCYJINVsRM.jpg India stop penggunaan ivermectin untuk Covid-19 (Foto : The Better India)

KEMENTERIAN Kesehatan India telah menghentikan penggunaan Ivermectin sebagai obat penanganan Covid-19. Bukan hanya obat itu, mereka pun menyetop Azithromycin, Doxycyline, Zinc, Favipiravir, dan terapi plasma.

Jadi, kepercayaan sebagian masyarakat Indonesia yang mengatakan bahwa Ivermectin adalah obat Covid-19 perlu ditinjau ulang.

Bahkan, menurut laporan kantor berita Mint, pemerintah India belum lama ini menyarankan dokter agar sangat berhati-hati dengan obat Remdesivir dan obat off-label Tocilizumab.

Remdesivir

"Remdesivir hanya digunakan untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi sedang atau berat (memerlukan oksigen tambahan), karena ini adalah obat cadangan yang terdaftar di Emergency Use Authorization (EUA) yang hanya berdasarkan bukti ilmiah terbatas secara global," ungkap pemerintah India.

Baca Juga : Waspada! Ivermectin Itu Obat Keras untuk Atasi Infeksi Cacing, Bukan Covid-19

Artinya, Remdesivir tidak diperuntukkan untuk pasien Covid-19 gejala ringan yang menjalani pengobatan di rumah. Obat Remdesivir juga termasuk obat yang jumlahnya terbatas dan memiliki biaya relatif tinggi, sehingga penggunaannya mesti sangat bijak.

Terkait dengan penggunaan Ivermectin, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan penggunaan obat ini. Para ilmuwan India pun mendukung penghapusan obat-obatan tersebut dari daftar pengobatan Covid-19.

"Saya berharap ini akan mengakhiri pengobatan berlebihan yang tidak rasional dan lebih fokus kepada upaya yang sudah diketahui cukup membantu seperti pengaturan ventilasi ruangan pasien, suportif terapi, obat steroid yang tidak berlebihan, dan tocilizumab. Semua obat selain itu harus digunakan hanya dalam konteks uji klinis dengan catatan ada potensi kegunaannya," terang Dr Gagandeep Kang, wakil ketua Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan juga seorang profesor di Christian Medical College (CMC), Vellore, Tamil Nadu.

Baca Juga : Jawaban BPOM Terkait Heboh Ivermectin Diklaim Obat Mujarab Covid-19

Sementara itu, menurut Lalit Kant, seorang ilmuwan dan mantan kepala epidemiologi dan penyakit menular di Dewan Penelitian Medis India (ICMR), menyatakan bahwa obat EUA itu direkomendasikan berdasar penelitian kecil, sehingga pemakaiannya harus sangat bijaksana.

"Pandemi Covid-19 telah menghadirkan salah satu tantangan terbesar zaman modern untuk mengelola pasien. Ada permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk obat-obatan dengan kemanjuran yang meragukan dan beberapa obat juga memiliki dukungan politik," kata Kant.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini