Kesal Pasangan Pasangan Sering Ngorok, Atasi dengan Akupunktur

Antara, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 481 2423755 kesal-pasangan-pasangan-sering-ngorok-atasi-dengan-akupunktur-IAy6BKWSg2.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GANGGUAN tidur memang tidak bisa disepelekan. Ketika seseorang mengalami gangguan tidur, maka dia berpotensi mengalami komplikasi masalah kesehatan.

Ada bermacam gangguan tidur yang bisa menyerang, dari insomnia, sleep walking, hingga medengkur atau ngorok. Adapun yang paling sering terjadi adalah mendengkur, seiring dengan gaya hidup tidak sehat.

Menurut dokter spesialis akupunktur medik di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Darwin Harpin, salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi mendengkur, adalah dengan melakukan akupunktur medik.

Dia mengatakan, stimulasi ke titik akupunktur akan dikirim ke tulang belakang kemudian ke organ-organ sesuai segmen tulang belakang yang akhirnya dapat sampai ke otak.

ngorok

"Akupunktur dapat mengaktivasi otak untuk dapat membuat tidur menjadi lebih berkualitas, seiring dengan meningkatnya hormon endorfin yang berperan dalam memberikan energi positif serta efek penenangan bagi tubuh," kata dia dalam siaran pers RSUI.

Terapi akupunktur dalam mengatasi gangguan tidur dapat dilakukan dalam durasi sekitar 30 menit dengan frekuensi 2-3 kali per minggu yang nantinya akan dilakukan evaluasi setiap kedatangan untuk menyesuaikan modalitas terapi.

Ada metode akupresur yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah yaitu metode stimulasi titik akupunktur menggunakan tekanan, misalnya dengan bantuan ibu jari.

Beberapa titik akupresur yakni ada pada titik EX-HN3 atau pertengahan kedua alis, GV20 (titik puncak kepala), serta titik HT7 dan PC6 (sekitar pergelangan tangan).

Darwin menuturkan, dengan melakukan akupresur pada beberapa titik di tubuh pada beberapa penelitian kedokteran telah terbukti dapat membantu mengurangi gejala gangguan tidur.

Dari sisi efek samping, metode akupunktur diklaim aman dan memiliki efek samping yang minimal. Metode ini tidak menimbulkan kontraindikasi spesifik dan efek sampingnya sebatas rasa pegal dan mengantuk ringan, atau muncul lebam. Menurut Darwin, efek samping ini masih tergolong aman.

"Mengatasi gangguan tidur sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk mengetahui penyebabnya serta dapat diberikan saran penanganan yang tepat," jelasnya.

"Kemudian kita juga dapat melakukan hobi yang dapat merelaksasi pikiran kita misalnya dengan berkebun, dan kemudian metode akupunktur serta akupresur juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi gangguan tidur ini," demikian pesan Darwin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini