Vaksin AstraZeneca Bermanfaat bagi Lansia

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 481 2424832 vaksin-astrazeneca-bermanfaat-bagi-lansia-Iwjg9tqeS1.jpg Vaksinasi Covid-19 (Foto: Reuters)

TERKAIT keamanan dan kemanjuran dari vaksin Covid-19 dari AstraZeneca, tak dipungkiri masih banyak kekhawatiran di benak kalangan masyarakat umum.

Meski, pemerintah Indonesia sendiri sudah dengan gamblang menyebutkan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif sebagai salah satu upaya melindungi diri dari Covid-19. Saat ini program vaksinasi nasional yang sedang berjalan, untuk golongan usia pra-lansia dan 18+ pun vaksin yang digunakan adalah vaksin AstraZeneca.

 Vaksin Covid-19

Soal rasio manfaat yang jauh lebih besar dari vaksin AstraZeneca daripada resikonya tersebut, baru saja juga ditegaskan oleh Badan Regulator Obat Eropa, European Medicines Agency (EMA).

Seperti dilapor Reuters, Senin (14/6/2021) pada Minggu 13 Juni kemarin, Kepala Gugus Tugas EMA, Marco Cavaleri menyebutkan vaksin AstraZeneca mempunyai manfaat yang menguntungkan untuk semua kelompok umur, terutama bagi orang-orang yang sudah berusia di atas 60 tahun.

Pernyataan ini keluar, setelah sebelumnya media surat kabar Italia, La Stampa mengutip pernyataan Marco yang menyebutkan negara-negara sebaiknya menghindari memberikan vaksin tersebut ke kelompok usia di atas 60 tahun di tengah kecemasan kasus pembekuan darah langka.

“Sayangnya kata-kata saya belum ditafsirkan dengan benar dalam wawancara baru-baru ini dengan La Stampa. Vaksin AstraZeneca mempertahankan profil resiko manfaat yang menguntungkan di segala usia, terutama pada orang tua di atas 60 tahun," kata Marco kepada Reuters.

Untuk posisi status dari vaksin AstraZeneca sendiri, EMA menilai vaksin ini aman dan bisa digunakan untuk memvaksinasi segala golongan usia di atas 18 tahun.

Namun, beberapa negara anggota Uni Eropa seperti Italia dan Jerman, saat ini diketahui telah membatasi penggunaannya uuntuk orang kelompok usia 50 hingga 65 tahun, mengingat kasus pembekuan darah langka yang sebagian besar terjadi pada kelompok usia muda.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini