Waspada Endometriosis, Penyakit Penyebab Gangguan Kesuburan Wanita

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 481 2425047 waspada-endometriosis-penyakit-penyebab-gangguan-kesuburan-wanita-HkBeEMJFDM.jpg Ilustrasi endometriosis. (Foto: Shutterstock)

ENDOMETRIOSIS menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Penyakit ini juga menjadi penyebab utama ke-3 infertilitas. Sebagaimana diketahui, endometriosis merupakan penyakit kronis progresif yang diderita oleh wanita usia produktif yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan komitmen tinggi pasien.

Dokter Pendiri SMART IVF dan Wakil Direktur Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia Profesor Dr dr Budi Wiweko SpOG (K) MPH mengatakan penyakit endometriosis dapat menyebabkan keluhan nyeri haid kronik sehingga menghambat produktivitas perempuan dan bahkan mengganggu keharmonisan keluarga.

Baca juga: Kenapa Pasangan Muda Sulit Punya Anak? 

Studi tentang endometriosis di berbagai negara menunjukan bahwa penderita endometriosis cenderung terpaksa izin atau tidak masuk sekolah maupun tempat bekerja akibat keluhan nyeri yang sangat hebat.

Data di Amerika Serikat pada 2002 melaporkan kerugian sebesar USD22 miliar per tahun yang disebabkan keluhan nyeri serta kekambuhan yang tinggi pada endometriosis.

"Endometriosis juga merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan tersering pada pasangan yang belum memiliki keturunan. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda endometriosis sejak dini merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan kasus endometriosis yang sangat kompleks," jelas Prof Budi dalam konferensi pers virtual penanganan endometriosis, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Manfaat Kurma Muda, Tingkatkan Kesuburan hingga Membantu Persalinan 

Maka itu, sangat penting bagi dokter untuk menerima pelatihan dan bimbingan untuk membantu menemukan tanda-tanda endometriosis serta kondisi menstruasi lainnya. Makin dini diagnosis, makin cepat pasien menjalani pengobatan. Tanpa diagnosis, penyakit tidak hanya dapat berkembang, tapi akan berdampak pada kualitas kesehatan dan hidup pasien.

"Selain gejala fisik dan terkadang melumpuhkan aktivitas pasien, endometriosis dapat berdampak pada semua bidang kehidupan perempuan termasuk hubungan, pekerjaan, dan pendidikan. Endometriosis menyebabkan tingginya angka morbiditas, ketidakhadiran, dan biaya sosial ekonomi, juga berpengaruh pada kualitas hidup, pendidikan, tingkat kepercayaan diri dan kesuburan pada perempuan (fertilitas)," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini