Markis Kido Meninggal Dunia, Pernah Menderita Hipertensi

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 481 2425135 markis-kido-meninggal-dunia-pernah-menderita-hipertensi-xKFKsSAxOI.jpg Markis Kido. (Foto: Instagram @markis_kido11)

KABAR duka datang dari dunia bulutangkis Indonesia. Legenda bulutangkis Tanah Air Markis Kido (36) meninggal dunia pada hari ini, Senin 14 Juni 2021. Markis Kido wafat diduga karena mengalami serangan jantung. Tapi sebelumnya ia dilaporkan juga pernah menderita hipertensi.

Dalam dunia medis, hipertensi atau tekanan darah tinggi disebut sebagai "the silent killer" karena sering tanpa keluhan. Hal ini menjadi penyebab utama penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

Baca juga: Markis Kido Meninggal Dunia, Kenali Penyebab Atlet Bisa Collaps Mendadak 

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1 persen. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas 2013 sebesar 25,8 persen.

Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sementara sisanya tidak terdiagnosis.

Ilustrasi cek hipertensi.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr Erwinanto SpJP(K) FIHA mengatakan seseorang menderita hipertensi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

"Setiap peningkatan darah 20/10 mmHg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 2 kali lebih tinggi," terangnya dalam konferensi pers Hari Hipertensi Sedunia secara virtual pada Kamis 6 Mei 2021.

Ia menjelaskan, pada dasarnya hipertensi bisa dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok; diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih); obesitas; kurang aktivitas fisik; konsumsi alkohol; dan stres.

Baca juga: Markis Kido Meninggal Dunia saat Bermain Bulu Tangkis di Tangerang 

Sementara dokter spesialis jantung Frits Reinier Wantian Suling SpJP(K) mengatakan saat ini hipertensi tercatat menjadi penyakit penyerta atau komorbid tertinggi dan berbahaya bagi pasien terinfeksi virus covid-19 di dunia. Bahkan sangat diwaspadai karena dapat memicu kematian akibat komplikasi antara keduanya (hipertensi dan covid-19).

"Data terkini menyebutkan bahwa hipertensi merupakan komorbid tertinggi covid-19, di dunia termasuk di Indonesia dengan perbandingan di Amerika Serikat sebanyak 56,6 persen; China 58,3 persen; Italia 49 persen; serta Indonesia 50,5 persen," ujarnya dalam webinar beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, angka kematian akibat hipertensi di dunia termasuk di Indonesia hingga kini masih stagnan. Angka kematian hipertensi seluruh dunia dilaporkan lebih dari 9,4 juta setiap tahunnya.

Baca juga: Markis Kido Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Kariernya di Dunia Bulu Tangkis 

"Merupakan yang tertinggi dibandingkan penyakit-penyakit lainnya, baik di negara-negara maju maupun yang sedang berkembang, bahkan di negara-negara tertinggal sekalipun," terangnya.

Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hipertensi atau tidak, baiknya rutin memeriksan diri. Khususnya melihat tensi darah, yakni sebagai diagnosis pertamanya.

Markis Kido. (Foto: Instagram @markis_kido11)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini