Anji Tertangkap Narkoba, Kenali 4 Fakta Seputar Ganja yang Ternyata Bisa Dimakan

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 04:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 612 2424586 anji-tertangkap-narkoba-kenali-4-fakta-seputar-ganja-yang-ternyata-bisa-dimakan-PcFGpBqEvv.jpeg Anji. (Foto: Instagram)

MUSISI Erdian Aji Prihartanto atau Anji ditangkap setelah terbukti mengonsumi narkoba. Dia ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, Anji ditangkap dengan barang bukti narkotika yang diduga ganja. Ganja sendiri memang kerap menjadi Narkoba yang digunakan oleh beberapa artis.

Selain Anji, beberapa selebriti sempat terseret kasus narkoba gara-gara ganja. Di antaranya saja ada Dwi Sasono, Rifat Umar, Fachri Albar, Ozzy Albar, hingga Jefri Nichol.

Lantas, apa itu ganja dan bagaimana efeknya kepada tubuh? Berikut fakta-fakta ganja dirangkum dari Drug Abuse.

Ganja

Bisa Dimakan

Ganja merupakan jenis narkoba yang menggunakan tanaman Cannabis sativa atau Cannabis indica. Tanaman ini mengandung THC kimia yang mengubah pikiran dan senyawa serupa lainnya. 

Ketika seseorang merokok ganja, THC dengan cepat berpindah dari paru-paru ke aliran darah. Ini, kemudian membawa bahan kimia tersebut ke otak dan organ-organ lain ke seluruh tubuh. 

Namun, THC akan lebih lambat diserap tubuh ketika penggunaannya dengan cara dimakan atau diminum. Umumnya, efek dari ganja tersebut dapat terasa setelah 30 menit hingga 1 jam.

Halusinasi dan delusi

Ganja memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang apabila rutin menggunakannya. Ganja lebih mengaktifkan bagian otak yang mengandung jumlah reseptor tertinggi. Inilah yang menyebabkan narkoba ini membuat pemakainya “nge-fly”. 

Sejumlah efek jangka pendeknya di antaranya indera yang berubah, perubahan suasana hati, kesulitan dalam berpikir dan memecahkan masalah, memori atau ingatan yang terganggu, halusinasi dan delusi jika dikonsumsi dengan dosis tinggi, hingga psikosis.

Bikin kecanduan

Pemakaian ganja dapat mengarah pada gangguan penggunaan zat psikoaktif. Ini adalah penyakit medis di mana orang tersebut tidak dapat berhenti menggunakannya meskipun hal itu menyebabkan masalah kesehatan dan sosial dalam kehidupan mereka. 

Gejala yang parah juga dikenal sebagai kecanduan. Survei menemukan, orang-orang yang menggunakan ganja dalam jangka panjang dan mencoba berhenti merasakan gejala mudah marah, nafsu makan menurun, gelisah, dan mudah lapar.

Merusak Otak

Penggunaan jangka panjang ganja dapat memberikan dampak buruk pada otak. Ketika seseorang mulai menggunakan ganja di usia remaja, maka fungsi berpikir, memori dan perkembangan otak akan mengalami gangguan.

Penggunaan ganja jangka panjang juga memberikan efek masalah kesehatan fisik dan mental.

Efek fisik yang dirasakan adalah masalah pernapasan, peningkatan denyut jantung, mual dan muntah yang intens, hingga Sindrom Hiperemesis Cannabinoid, sindrom yang menyebabkan pengguna mengalami siklus mual, muntah, dan dehidrasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini